BERITA TERKINI
Mahasiswa Gizi UMJ Raih Tiga Penghargaan di Health Educator & Health Leader Camp 2026

Mahasiswa Gizi UMJ Raih Tiga Penghargaan di Health Educator & Health Leader Camp 2026

Bogor—Mahasiswa Program Studi Gizi, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) meraih tiga penghargaan dalam ajang Inspiratif Hibah Softskill Health Educator & Health Leader Camp 2026. Kegiatan ini diselenggarakan Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University dan berlangsung di Gedung Satari dan Amarilis FKGiz IPB University pada 26–27 September serta 3–4 Oktober 2026.

Ajang tersebut diikuti 25 mahasiswa IPB University dan 61 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Peserta berasal antara lain dari Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Hasanuddin, Universitas Esa Unggul, UMJ, Universitas Sahid, Universitas Al-Azhar Indonesia, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Tiga penghargaan yang diraih mahasiswa Gizi FKK UMJ meliputi Moch. Shandy sebagai Juara 2 Kategori Reels, Firda Putri Fauziah sebagai Juara 3 Kategori Poster, serta Dyah Asri Hana sebagai Juara Favorit Kategori Poster.

Shandy meraih Juara 2 Kategori Reels melalui karya edukasi yang mengangkat indikator dan faktor penyebab Penyakit Tidak Menular (PTM) di wilayah perkotaan. Ia mengaitkan tema utama PTM dengan bidang gizi perkotaan yang dipelajarinya di Program Studi Gizi FKK UMJ. “Tema utama yang ditentukan adalah Penyakit Tidak Menular. Karena saya mempelajari bidang gizi perkotaan di Prodi Gizi FKK UMJ, saya menghubungkan penyebab dan dampak PTM dengan gizi perkotaan sebagai fokus edukasi dalam kompetisi reels,” ujarnya.

Melalui karyanya, Shandy menyampaikan ajakan agar generasi muda lebih kritis terhadap kebiasaan sehari-hari yang terasa nyaman namun berpotensi meningkatkan risiko penyakit. Ia juga menyoroti gaya hidup masyarakat perkotaan yang dapat memengaruhi kesehatan apabila tidak diimbangi pola hidup sehat. Menurutnya, persoalan gizi tidak hanya berkaitan dengan malnutrisi dan obesitas, tetapi juga berbagai masalah kesehatan lain yang memerlukan perhatian. Ia menilai pencegahan melalui edukasi dan penerapan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko penyakit. Ia berharap prestasi tersebut dapat menunjukkan peran Program Studi Gizi FKK UMJ sebagai wadah pengembangan bakat dan minat mahasiswa, serta ilmu perkuliahan dapat terus diterapkan dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Firda Putri Fauziah meraih Juara 3 Kategori Poster lewat karya berjudul “Aksi Gen Z Cegah Hipertensi”. Poster tersebut menyoroti peran generasi muda dalam mencegah hipertensi sejak dini. Firda menjelaskan, tema itu dipilih karena masih banyak masyarakat menganggap hipertensi hanya dialami kelompok usia lanjut, padahal generasi muda juga berisiko. Melalui poster yang dirancang menarik dan mudah dipahami, ia bersama rekannya ingin menyampaikan edukasi kesehatan yang relevan bagi kalangan Gen Z. “Saya berharap karya ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya mencegah hipertensi sejak dini,” katanya.

Adapun Dyah Asri Hana meraih Juara Favorit Kategori Poster melalui karya berjudul “Bijak di Piring, Bebas PTM: Cegah Kronis Sebelum Terlambat”. Poster tersebut mengangkat upaya pencegahan PTM melalui penerapan pola hidup sehat, terutama kebiasaan makan sehari-hari. “Saya menyampaikan informasi mengenai pengertian PTM, faktor risikonya, jenis-jenis penyakit tidak menular, serta penerapan gizi seimbang melalui panduan Isi Piringku,” jelasnya.

Dyah menyebut tema itu dipilih karena masih banyak masyarakat belum memberi perhatian memadai pada pola makan dan gaya hidup, padahal keduanya berpengaruh pada kesehatan jangka panjang. Ia berupaya mengemas informasi kesehatan agar menarik, mudah dipahami, dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pencegahan PTM dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, memperbanyak sayur dan buah, memenuhi kebutuhan gizi seimbang, serta rutin beraktivitas fisik. Ia menekankan perubahan tidak harus besar, tetapi dapat dilakukan melalui kebiasaan kecil yang konsisten. Dyah berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk membuat edukasi kesehatan yang lebih kreatif, menarik, dan mudah dipahami masyarakat.