Kucing yang merasa takut dapat menunjukkan perubahan perilaku, seperti tampak tidak tertarik pada sekelilingnya, memilih menyendiri, atau bahkan terlihat marah. Jika hal ini terjadi pada kucing peliharaan, penting dipahami bahwa reaksi tersebut bukan berarti kucing bersikap kasar, melainkan sedang mengalami ketakutan.
Rasa takut pada kucing bisa dipicu oleh berbagai hal. Di antaranya bertemu orang baru, hadirnya anggota keluarga baru seperti bayi atau hewan peliharaan lain, suara keras dari peralatan rumah tangga (misalnya penyedot debu, blender, mesin cuci atau pengering, serta pengering rambut), berada di wilayah yang tidak familiar, hingga pindah ke rumah baru.
Untuk membantu kucing lebih tenang, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan pemilik secara konsisten dan hati-hati.
1. Lakukan secara bertahap
Mengurangi rasa takut pada kucing tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Pemilik disarankan tidak mendesak atau memaksa kucing untuk segera berubah karena hal itu dapat menghambat terbentuknya kepercayaan. Saat memperkenalkan kucing pada hal yang membuatnya cemas, lakukan perlahan dengan langkah kecil, serta hentikan jika kucing menunjukkan reaksi takut.
2. Gunakan pendekatan positif
Mendekati kucing dengan cara yang pelan, tenang, dan tidak banyak suara dapat membantu membangun kedekatan dari waktu ke waktu. Ketika kucing mulai lebih nyaman, pemilik dapat memberikan hadiah seperti suguhan. Setelah kucing menerima kehadiran pemilik, interaksi bisa dilanjutkan dengan sentuhan lembut, misalnya mengelus di bawah dagu atau di belakang telinga.
3. Sediakan ruang yang nyaman dan aman
Kucing cenderung lebih percaya diri jika memiliki tempat aman untuk berlindung kapan pun dibutuhkan. Ruang aman sebaiknya berada di area rumah yang tenang dan idealnya lebih tinggi dari lantai agar kucing dapat mengamati sekelilingnya. Kenyamanan juga dapat ditingkatkan dengan selimut yang menggunakan feromon atau semprotan penenang.
4. Lakukan hal yang mereka sukai
Interaksi yang sesuai dengan preferensi kucing dapat membantu membangun kepercayaan dan membuat kucing mengaitkan pemilik dengan pengalaman positif. Sebaliknya, pemilik disarankan tidak memaksa kucing melakukan hal yang tidak disukainya. Jika kucing tidak suka dipeluk, jangan mengangkatnya. Jika kucing tidak tertarik pada mainan tertentu, hindari terus memaksakan mainan tersebut di depan wajahnya.
5. Hilangkan pemicu ketakutan
Jika memungkinkan, singkirkan pemicu stres atau rasa takut dari lingkungan kucing. Meski tidak semua penyebab ketakutan dapat dikendalikan, pemilik masih bisa menciptakan suasana yang lebih kondusif, misalnya menjaga rumah tetap tenang, mengecilkan volume televisi, serta menghindari teriakan atau gerakan panik yang tiba-tiba.
Dalam beberapa kasus, ketakutan pada kucing bisa sangat ekstrem hingga memengaruhi kualitas hidupnya. Jika kondisi tersebut terjadi, dokter hewan atau ahli perilaku kucing bersertifikat dapat memberikan bantuan, saran, dan pengobatan bila diperlukan.