Menembus rubrik opini Kompas bukan hanya soal punya gagasan, tetapi juga bagaimana gagasan itu disajikan secara relevan, ringkas, dan bertanggung jawab. Sejumlah kiat berikut dapat menjadi pegangan bagi penulis yang ingin meningkatkan peluang naskahnya dimuat.
1. Pilih isu yang aktual dan relevan
Relevansi menjadi pintu masuk utama bagi editor. Naskah opini cenderung diprioritaskan bila menanggapi peristiwa terkini, baik di bidang politik, sosial, budaya, maupun pendidikan. Isu yang sedang hangat akan lebih menarik bila diulas dengan sudut pandang yang segar, bukan sekadar paparan umum. Alih-alih mengangkat tema luas seperti “pentingnya pendidikan karakter”, penulis dapat mempersempit fokus, misalnya pada tantangan penerapannya di sekolah modern atau perubahan maknanya di era digital.
2. Gunakan bahasa yang padat, jelas, dan bernas
Kompas umumnya membatasi panjang opini sekitar 750–900 kata. Karena itu, setiap kalimat perlu efisien dan langsung pada inti. Gaya bertele-tele, metafora berlebihan, atau bahasa akademis yang kaku berisiko mengaburkan pesan. Penulisan yang disarankan adalah bahasa Indonesia yang baik dan benar, namun tetap komunikatif untuk pembaca umum. Kalimat kompleks dapat disederhanakan agar lebih mudah dipahami tanpa mengurangi makna.
3. Sertakan data dan rujukan yang kuat
Opini yang layak muat bukan sekadar pendapat pribadi. Argumen perlu ditopang fakta, data, atau riset yang kredibel. Rujukan dapat berasal dari sumber resmi seperti BPS, kementerian, lembaga survei, atau jurnal ilmiah. Jika mengutip pendapat pakar, penulis perlu menempatkannya dalam konteks yang tepat, bukan sebagai tempelan. Dukungan data membantu menunjukkan bahwa opini dibangun di atas dasar yang dapat diperiksa.
4. Tawarkan solusi, bukan hanya kritik
Kritik tanpa arah penyelesaian kerap menjadi kelemahan naskah opini. Redaksi cenderung menghargai tulisan yang tidak berhenti pada masalah, tetapi juga menawarkan alternatif solusi yang logis dan realistis. Setelah memaparkan persoalan, penulis dapat mengusulkan langkah perbaikan yang konkret, misalnya penguatan peran guru sebagai teladan atau integrasi pendidikan nilai dalam pembelajaran berbasis proyek. Pendekatan konstruktif membuat opini lebih berdampak.
5. Patuhi etika dan format penulisan
Aspek etika dan ketertiban format juga menjadi perhatian. Naskah harus orisinal, bukan hasil menyalin atau memodifikasi tulisan yang sudah dimuat di media lain. Di bagian akhir naskah, penulis perlu mencantumkan identitas lengkap seperti nama, profesi, instansi (bila relevan), serta alamat email aktif. Naskah ditulis dalam format Word, spasi 1,5, font Times New Roman ukuran 12, lalu dikirim ke opini@kompas.id atau melalui formulir di situs resmi Kompas.
Setelah naskah dikirim, penulis disarankan menunggu proses seleksi yang umumnya memerlukan waktu 7–14 hari kerja. Jika dalam dua minggu belum dimuat, naskah dapat dikirim ke media lain, dengan catatan tidak dikirim ganda secara bersamaan.

