BERITA TERKINI
Lima Kuliner Legendaris Sukabumi Selain Mochi yang Patut Dicoba

Lima Kuliner Legendaris Sukabumi Selain Mochi yang Patut Dicoba

Sukabumi kerap dijuluki “Kota Mochi”. Namun, di luar kudapan yang pada 2022 ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu, Sukabumi menyimpan deretan kuliner legendaris yang bertahan puluhan tahun dengan resep turun-temurun. Dari menu sarapan hingga camilan, ragam hidangan ini menjadi bagian dari identitas kuliner kota tersebut.

Berikut lima kuliner legendaris Sukabumi selain mochi yang dikenal luas dan masih diminati hingga kini.

1. Bubur Ayam Bunut
Bubur Ayam Bunut menjadi salah satu ikon sarapan di Sukabumi. Warung ini berdiri sejak 1975 dan berlokasi di Jalan Siliwangi No. 93, Cikole. Bubur disajikan dengan porsi melimpah dan pilihan topping beragam, mulai dari tulang ayam, pepes ayam, hingga risol isi bihun. Harga per porsi disebut mulai Rp18.000.

2. Laksa Pak Idrus
Bagi pencinta hidangan berkuah, Laksa Pak Idrus dikenal sebagai salah satu rujukan kuliner legendaris. Laksa ini telah eksis sekitar 70 tahun dengan isian soun, tauge, tahu, oncom merah, serta kuah santan gurih yang kaya rempah. Kisaran harga per porsi berada di rentang Rp20.000 hingga Rp30.000.

Popularitas bubur ayam juga tercermin dari data BPS per Maret 2025 yang menyebut bubur ayam menjadi salah satu makanan jadi yang paling banyak dikonsumsi di Kota Sukabumi, dengan rata-rata satu porsi per minggu.

3. Roti Priangan
Roti Priangan disebut sudah ada sejak 1940-an dan masih mempertahankan resep tradisional. Roti ini dikenal bertekstur lembut dengan rasa yang tidak terlalu manis, dengan varian favorit seperti roti cokelat dan roti keju. Lokasinya berada di Jalan Parigi, Kelurahan Nyomplong, Warudoyong, tidak jauh dari Vihara Widhi Sakti.

4. Bandros Ata
Bandros Ata dikenal sejak 1950 dan kerap disebut mirip kue pancong. Adonannya terbuat dari santan, tepung beras, dan kelapa parut, menghasilkan tekstur lembut. Bandros Ata dapat ditemukan di Jalan Gudang, Kebonjati, Cikole, dengan harga sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per buah.

5. Geco Abah Dodo
Geco merupakan singkatan dari tauge dan tauco, hidangan yang kerap disandingkan dengan ketupat, potongan kentang, mie kuning, telur rebus, cuka, kecap manis, serta sambal cabai rawit. Cita rasanya memadukan gurih, pedas, dan segar. Salah satu tempat yang dikenal melegenda adalah Geco Abah Dodo di Jalan Bhayangkara No. 207, Kota Sukabumi, dengan kisaran harga Rp15.000 hingga Rp25.000 per porsi.

Di luar daftar tersebut, Sukabumi juga memiliki camilan tradisional lain yang disebut sudah ada sejak era kolonial, yakni kue jahe yang dibuat dari campuran tepung, parutan jahe, dan gula merah. Keberagaman kuliner lokal ini juga terlihat dari geliat acara kuliner. Festival UMKM Culinary Night pada Mei 2024 dilaporkan meraup omzet hingga Rp594 juta dalam tiga hari, mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap produk pangan lokal serta potensi ekonomi kreatif di daerah.