Rasa gugup atau grogi kerap muncul ketika seseorang harus tampil di depan banyak orang, termasuk saat membawakan acara. Perasaan ini biasanya ditandai dengan ketidaktenangan, kebingungan, hingga munculnya dorongan untuk bertindak tergesa-gesa. Kondisi tersebut umum terjadi dan dialami banyak orang.
Petugas Protokol pada Subbagian Rumah Tangga dan Protokol, Istana Kepresidenan Yogyakarta, Banu Setiawan, mengatakan grogi di awal merupakan hal yang manusiawi. “Grogi di awal itu manusiawi, tiap orang punya teknik berbeda untuk mengatasinya,” ujar Banu. Ia menambahkan, dirinya mengendalikan rasa gugup dengan berusaha tetap tenang, mengatur napas, dan meyakinkan diri agar bisa tampil baik. “Saya mengendalikan rasa gugup dengan berusaha tetap tenang, atur nafas, dan yakinkan diri harus bisa dan sukses, kemudian mengawalinya dengan bismillah,” katanya.
Berikut lima cara yang dapat membantu mengatasi gugup saat menjadi pembawa acara.
1. Sadari bahwa gugup dapat mengganggu penampilan
Kekhawatiran seperti takut salah bicara, malu, cemas kehilangan materi, atau khawatir gagap merupakan hal yang wajar. Namun, pikiran tersebut dapat membuat penampilan terlihat kurang menarik karena memengaruhi rasa percaya diri. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menyadari rasa gugup yang muncul, lalu membayangkan hasil yang positif—misalnya mendapat apresiasi karena memandu acara dengan baik atau memperoleh kesempatan lain di kemudian hari. Visualisasi ini disebut dapat membantu meredakan kegugupan.
2. Jangan melewatkan hal penting saat briefing
Kerja sama tim dan pemahaman atas alur acara dapat membantu pembawa acara merasa lebih siap. Briefing yang biasanya dilakukan sehari atau beberapa jam sebelum acara memberikan rincian teknis yang mungkin tidak sepenuhnya tertangkap dari susunan acara tertulis. Dengan memahami jalannya acara dari awal hingga akhir, pembawa acara dinilai lebih mudah berimprovisasi bila terjadi hal di luar dugaan, termasuk untuk mengisi jeda pada rangkaian acara.
3. Kuasai lokasi dengan datang lebih awal
Datang terlambat kerap membuat seseorang terburu-buru, sulit berkonsentrasi, dan mudah blank. Karena itu, disarankan datang setidaknya satu hingga dua jam sebelum acara dimulai. Waktu tambahan ini dapat digunakan untuk persiapan sekaligus orientasi lokasi agar pembawa acara lebih nyaman dan siap saat tampil.
4. Lakukan pemanasan lewat senam mulut
Pemanasan dapat dilakukan dengan senam mulut, yakni membuka mulut lebar dan mengucapkan huruf vokal A-I-U-E-O dengan jelas. Aktivitas ini dikenal sebagai Oral Motor Exercise (OME). Dalam artikel “Mengenal Senam Mulut”, disebutkan senam mulut bermanfaat untuk meningkatkan respons fungsional gerakan mulut. Terapis wicara di RS Harapan Kita dan Rumah Terapi, Rita Rahmawati A.md TW, S.Pd, menjelaskan, “Senam mulut banyak kegunaannya, misalnya membentuk ketepatan arah gerak organ artikulasi serta membangun kekuatan otot-otot untuk bicara.” Dengan pemanasan ini, pengucapan saat membawakan acara diharapkan lebih jelas.
5. Minum air putih
Minum air putih juga disebut dapat membantu meredakan gugup. Disebutkan bahwa air putih hangat dapat menenangkan sistem saraf pusat. Saat tubuh lebih rileks dan rasa cemas berkurang, pembawa acara dinilai lebih mudah mengontrol diri dan menghindari kebuntuan ketika berbicara di depan khalayak.

