Keberadaan kompetitor tidak selalu menjadi ancaman bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). General Manager Red Coffee dan Cikiluks Indonesia, Alwi Husein Alhamid, menilai persaingan justru dapat mendorong bisnis kuliner tumbuh dan berkembang secara lebih sehat.
Alwi mengatakan, banyaknya usaha kuliner dalam satu kawasan dapat membentuk daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Menurutnya, kawasan dengan beragam pilihan makanan berpotensi menjadi tujuan untuk mencari kuliner sekaligus tempat berkumpul. Karena itu, pelaku usaha dinilai tidak perlu memandang kompetitor sebagai pihak yang harus dijatuhkan.
“Kompetitor justru membuat kita semakin sehat,” ujar Alwi dalam program Catur Laras Jagongan UMKM RRI Malang, Jumat (11/9/2026).
Ia mendorong pelaku UMKM menghadapi persaingan dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan, menyediakan fasilitas yang nyaman, menawarkan harga yang kompetitif, memperkaya variasi produk, serta memperkuat strategi promosi. Menurut Alwi, langkah-langkah tersebut lebih konstruktif dibandingkan upaya mematikan usaha milik kompetitor.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya loyalitas pelanggan untuk menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Alwi menilai, perkembangan media sosial membuat pengalaman pelanggan—baik positif maupun negatif—dapat cepat diketahui masyarakat luas. “Yang paling bisa menjaga konsistensi growth bisnis kita itu sebenarnya loyalitas customer yang real,” jelasnya.
Alwi menambahkan, pelaku UMKM perlu menjaga kepuasan dan kepercayaan pelanggan melalui pelayanan yang konsisten serta kualitas produk yang terjaga. Dengan demikian, persaingan tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga dapat menjadi pemicu bagi pelaku usaha untuk terus berbenah, berinovasi, dan membangun reputasi bisnis di tengah pasar kuliner yang semakin kompetitif.