Tanjung, Kalimantan Selatan — Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tabalong dengan dunia usaha, Adaro Group, terus dioptimalkan untuk mempercepat penanganan stunting. Program yang berjalan di sekitar wilayah operasional pertambangan batu bara itu sebelumnya telah menyasar sekitar 600 anak stunting serta 24 ibu hamil di 31 desa.
CSR Section Head PT Adaro, Yuri Budhi Sujalmi, mengatakan penanganan stunting merupakan investasi sumber daya manusia yang membutuhkan perhatian bersama. Menurutnya, perusahaan ingin mendukung upaya pemerintah dalam penuntasan stunting, khususnya di wilayah operasional perusahaan termasuk di Kabupaten Tabalong.
Yuri menilai upaya tersebut memerlukan kesabaran dan pendekatan personal, serta tidak bisa dilakukan secara terpisah-pisah. Ia meyakini kolaborasi menjadi kunci agar target yang ditetapkan dapat tercapai, bahkan melampaui.
Upaya percepatan penurunan stunting terus digiatkan seiring meningkatnya prevalensi stunting di daerah tersebut sebesar lima persen, dari 18,1 persen menjadi 23,1 persen.
Dalam pertemuan bersama para pemangku kepentingan terkait intervensi akhir percepatan penurunan stunting, Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting harus melibatkan seluruh pihak. Ia juga mengingatkan agar program yang dijalankan tidak berhenti pada sosialisasi tanpa hasil.
“Program bukan sekadar sosialisasi tanpa hasil nyata, namun setiap tindakan harus terukur dan berdampak langsung pada penurunan angka stunting,” kata Noor Rifani.
Ia menambahkan, program orangtua asuh perlu dihidupkan kembali, serta para camat hingga pengurus PKK diminta turun langsung ke desa-desa. Menurutnya, fokus utama penanganan stunting bukan semata mengejar angka atau peringkat, melainkan membangun kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Noor Rifani juga menekankan dampak jangka panjang stunting terhadap daya saing anak. Anak yang mengalami stunting dinilai berpotensi menghadapi hambatan dalam 20 tahun ke depan karena keterbatasan perkembangan otak dan kecerdasan.
Sementara itu, Staf Bidang Kesehatan YABN Debby Aulia Firdaus memaparkan sejumlah rekomendasi tindak lanjut dalam rencana aksi penanganan stunting. Salah satunya kampanye edukasi “Isi Piringku” yang dibuat lebih teknis dan praktis dengan mengubah metode dari ceramah menjadi demonstrasi memasak menu murah dan sehat bagi orang tua balita, disertai edukasi pola asuh yang tepat.
Rekomendasi lainnya adalah kampanye “Zona Rumah Bebas Asap Rokok” dengan melibatkan kepala desa untuk melakukan advokasi rumah bebas asap rokok, termasuk pemasangan stiker komitmen di rumah balita sasaran.
Debby juga mendorong kampanye lingkungan sehat dan bersih untuk meningkatkan kesadaran kesehatan lingkungan, advokasi, serta gotong royong dalam pembuatan jamban sehat, pengelolaan sampah, dan pengolahan air minum.

