Provinsi Khanh Hoa, Vietnam, kian menempatkan kuliner lokal sebagai bagian penting dari strategi pengembangan pariwisata. Majalah perjalanan internasional Travel and Tour World baru-baru ini menyoroti langkah tersebut, dengan menyebut Khanh Hoa secara bertahap membangun identitas unik untuk memperkuat posisinya di peta pariwisata dunia.
Dalam artikel itu, sejumlah hidangan khas disebut menjadi elemen kunci untuk mempromosikan citra daerah, antara lain sup mie ikan, lumpia bakar, aneka makanan laut, serta sup sarang burung. Kuliner-kuliner tersebut dinilai merepresentasikan karakter wilayah pesisir selatan-tengah, sekaligus memperkaya pilihan pengalaman bagi wisatawan.
Nha Trang disebut sebagai pusat dari tren penguatan wisata kuliner ini. Kota tersebut terus mengembangkan berbagai ruang dan kegiatan yang menawarkan pengalaman kuliner lokal bagi wisatawan internasional, seperti jalanan kuliner, pasar malam, festival, dan aktivitas tematik lainnya.
Travel and Tour World juga menilai pemanfaatan kekayaan kuliner dapat membantu Khanh Hoa membedakan diri dari banyak destinasi lain di kawasan. Selain pengalaman resor, wisatawan disebut semakin tertarik pada budaya lokal yang tercermin melalui hidangan, bahan-bahan, dan gaya memasak khas setempat.
Di sisi lain, Khanh Hoa turut mempromosikan model pariwisata hijau yang dikaitkan dengan kuliner berkelanjutan. Upaya ini mencakup dorongan penggunaan bahan-bahan lokal serta peningkatan pengalaman berbasis komunitas, sejalan dengan tren global yang mengarah pada pariwisata berbasis pengalaman dan konsumsi yang lebih ramah lingkungan.

