KABUPATEN SEMARANG — Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Randu Gunting Jatijajar, Ahmad Basir, memberikan klarifikasi atas keluhan wali murid TK Pelita Pancasila Bergas terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Jumat (27/2/2026). Keluhan tersebut menyangkut temuan jeruk busuk serta roti yang disebut berbau.
Basir menyatakan pihaknya mengakui ada kendala teknis dalam proses penyortiran buah. Menurut dia, terdapat satu buah jeruk yang tidak layak konsumsi karena terlewat saat penyortiran oleh relawan.
“Kami memohon maaf, memang ada salah satu jeruk yang terlewat oleh relawan saat sortir. Kami langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah TK Pelita untuk segera memberikan ganti atas buah yang tidak layak tersebut,” ujar Basir melalui pesan WhatsApp, Jumat (27/2).
Menanggapi pisang yang dinilai masih mentah, Basir menjelaskan pembagian menu tersebut merupakan rapelan untuk dua hari, yakni Jumat dan Sabtu. Pisang yang belum terlalu matang, kata dia, sengaja dipilih agar tetap layak dikonsumsi pada hari berikutnya.
“Pisang itu memang disiapkan untuk dikonsumsi hari Sabtu. Jadi, inisiatif kami adalah menyediakan yang belum terlalu matang agar tidak busuk saat dimakan esok hari,” tambahnya.
Sementara terkait roti yang dilaporkan berbau tidak sedap dan sempat disebut berjamur, Basir membantah adanya roti berjamur dalam distribusi MBG tersebut. Ia menyebut, berdasarkan konfirmasi dengan pihak penerima barang (mitra), yang dilaporkan adalah bau yang tidak biasa, namun bukan karena basi atau berjamur.
“Saya menyangkal keras kalau disebut berjamur. Kami sudah konfirmasi ke pihak supplier dan pengawas dari Koramil serta Babinsa yang ikut memantau. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pihak mitra penyedia agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Basir mengatakan SPPG akan memperketat pengawasan distribusi serta lebih selektif dalam memilih bahan pangan dari pemasok untuk menjaga kesehatan siswa penerima manfaat program MBG di wilayah Kabupaten Semarang.

