Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengusulkan agar edukasi gizi diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Usulan ini dimaksudkan agar MBG tidak hanya menyediakan makanan bagi siswa, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran tentang pentingnya asupan gizi untuk kesehatan dan pertumbuhan anak.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari akun Instagram pribadinya pada Selasa (27/10/2026), Sudaryono menilai edukasi gizi dapat diterapkan seperti pendidikan jasmani dan kesehatan yang selama ini sudah menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah. Ia menekankan perlunya siswa memahami bahwa makanan bukan sekadar untuk mengenyangkan, melainkan memiliki kandungan nutrisi dengan fungsi berbeda bagi tubuh.
Materi yang diusulkan mencakup pemahaman tentang karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral. Siswa juga diharapkan mempelajari manfaat setiap zat gizi, sumber pangan yang mengandungnya, serta kebutuhan nutrisi tubuh.
“Jadi, bukan hanya makan, tapi ada pelajaran tentang gizinya,” demikian inti usulan Sudaryono.
Ia menilai edukasi gizi perlu mendapat ruang khusus dalam pendidikan karena anak-anak membutuhkan pemahaman memadai mengenai pola makan sehat sejak dini. Jika diterapkan, pembelajaran tersebut diharapkan membantu siswa memahami alasan pentingnya mengonsumsi sayuran, protein, karbohidrat, serta berbagai sumber nutrisi lainnya.
Meski demikian, gagasan memasukkan edukasi gizi ke dalam kurikulum masih berupa usulan. Skema penerapan, materi pembelajaran, serta mekanisme pelaksanaannya disebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut dengan pihak terkait.