BERITA TERKINI
Kemendikdasmen Luncurkan Panduan Integrasi Pendidikan Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Lokal

Kemendikdasmen Luncurkan Panduan Integrasi Pendidikan Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Lokal

Yogyakarta—Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Panduan Pendidikan Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Lokal. Peluncuran panduan ini dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Pangan Nasional.

Dalam rangkaian peluncuran, digelar wicara yang membahas upaya mengintegrasikan pendidikan pangan dan gizi ke dalam pembelajaran. Pembahasan mencakup penerapan nyata di satuan pendidikan dengan memanfaatkan potensi pangan lokal.

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Laksmi Dewi, menjelaskan bahwa pendidikan pangan dan gizi dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum yang selama ini telah berjalan efektif, tanpa menambah mata pelajaran baru. Menurutnya, panduan yang disusun diharapkan dapat membantu guru memasukkan materi pangan dan gizi ke dalam proses pembelajaran sesuai jenjang pendidikan.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita memasukkan peta kompetensi ini ke dalam capaian-capaian pembelajaran yang sudah tersedia,” kata Laksmi Dewi, Senin, 19 Oktober 2026.

Ia menambahkan, integrasi pendidikan pangan dan gizi dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, baik intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, maupun melalui budaya sekolah.

Salah satu bentuk penerapan yang disebutkan adalah pembiasaan murid untuk mengenali dan memahami makanan sehat, termasuk melalui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di sekolah. Laksmi menekankan pentingnya pengenalan pangan lokal yang disampaikan secara berkelanjutan.

“Agar berkembang menjadi kebiasaan murid dalam mengonsumsi makanan sehat,” ujarnya. Ia menyampaikan bahwa pendidikan pangan dan gizi bermanfaat untuk membangun kebiasaan konsumsi yang sehat sejak usia dini.