Sepanjang 2025, X (sebelumnya Twitter) semakin menegaskan posisinya bukan sekadar media sosial, melainkan salah satu barometer tercepat untuk membaca relevansi dan dampak sebuah peristiwa di ruang publik digital. Ketika sebuah tagar menembus jajaran trending topic, ia kerap menjadi penanda bahwa isu tersebut tengah menyita perhatian luas—mulai dari penggemar, media, hingga tokoh publik.
Dengan lebih dari 556 juta pengguna aktif harian dan kenaikan engagement 21,5% dibanding tahun sebelumnya, X menjadi panggung utama berbagai percakapan real-time yang bergerak cepat: dari euforia hiburan, perdebatan teknologi, hingga ketegangan geopolitik. Berikut rangkuman tren yang paling banyak menyedot perhatian di X hingga akhir November 2025.
Dominasi fandom K-pop dan Thai BL
Kekuatan fandom K-pop kembali terlihat paling menonjol di X pada 2025. Sejumlah momen besar dari industri musik dan hiburan Asia memicu gelombang tagar global, memperlihatkan bagaimana komunitas penggemar mampu menggerakkan percakapan lintas negara.
Stray Kids disebut mencetak tren besar lewat comeback bertajuk “DO IT” yang sempat menjadi trending worldwide #1 selama 48 jam berturut-turut. Teaser berdurasi 17 detik dilaporkan meraih 1,7 juta views dalam tiga jam. NCT Dream melalui “Beat It Up” dan album repackage mereka memicu lebih dari 2,6 juta mention hashtag dalam sepekan.
TWICE merayakan 10 tahun debut dengan konser encore di Tokyo Dome yang disiarkan live di X dan ditonton lebih dari 4,2 juta akun secara bersamaan. SEVENTEEN juga menjadi sorotan setelah meraih Daesang di hampir semua award show akhir tahun, termasuk MAMA 2025 yang disebut trending selama 72 jam tanpa henti.
Selain K-pop, serial Thailand dari GMMTV—terutama pasangan OffGun dan FirstKhao—bahkan disebut mengungguli beberapa grup K-pop dalam jumlah mention bulanan di Asia Tenggara. Dalam catatan yang sama, disebutkan 7 dari 10 hashtag global teratas di X sepanjang 2025 berasal dari dunia K-pop dan Thai BL.
AI: euforia, ketakutan, dan perdebatan etika
Jika hiburan menjadi penggerak euforia, teknologi—khususnya kecerdasan buatan—menjadi sumber perdebatan paling panas. Pada 2025, AI dipotret semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, memunculkan antusiasme sekaligus kekhawatiran.
Peluncuran xAI Valentine, yang digambarkan sebagai AI companion dengan kepribadian yang bisa disesuaikan, memicu diskusi panjang tentang batas hubungan virtual dan kemungkinan arah distopia. Regulasi AI Uni Eropa yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2025 memunculkan dua tagar yang sama-sama naik: #AIBan dan #FreeAI.
Di sisi lain, maraknya video deepfake politisi dunia yang semakin sulit dibedakan dari video asli membuat tagar #Deepfake2025 disebut muncul lebih dari 8 juta kali. Sementara itu, robot humanoid dari Figure dan Tesla Optimus Gen-2 yang mulai dijual untuk kalangan terbatas ikut menjadi bahan meme “2025 be like ” yang ramai di-repost.
Drama olahraga: dari baseball hingga UFC
X juga dipenuhi percakapan olahraga yang memanas, menyorot kemenangan, drama pertandingan, dan momen bersejarah. Los Angeles Dodgers disebut berhasil mempertahankan gelar World Series untuk kedua kalinya berturut-turut, dengan Yoshinobu Yamamoto dinobatkan sebagai MVP dan menjadi atlet Jepang pertama yang meraih gelar tersebut di MLB.
Di sepak bola, Copa América 2025 yang digelar di Amerika Serikat disebut dimenangkan Argentina lewat adu penalti dramatis melawan Brasil. Women’s Euro 2025 di Swiss juga disebut menjadi turnamen sepak bola wanita dengan penonton terbanyak sepanjang masa. Sementara itu, UFC Qatar menandai pertama kalinya ajang UFC digelar di Timur Tengah, dengan kartu pertandingan yang dipuji sebagai “terbaik sepanjang 2025”.
Event budaya dan hiburan global
Sejumlah perhelatan budaya turut menambah volume percakapan global di X. Osaka World Expo 2025 resmi ditutup pada 13 Oktober dengan total 28,2 juta pengunjung, disebut sebagai rekor baru setelah pandemi.
Eurovision 2025 di Basel, Swiss, disebut dimenangkan oleh artis non-biner asal Swedia dengan lagu berbahasa Esperanto, yang dicatat sebagai tonggak baru dalam inklusivitas. Di ranah serial, Season 3 Squid Game yang rilis pada 27 Juni disebut langsung menjadi serial paling banyak ditonton di 94 negara dalam 24 jam.
Sementara itu, konser virtual pertama di metaverse dengan 12 juta penonton bersamaan—kolaborasi Travis Scott × Fortnite versi 2025—ikut mempertegas kuatnya dimensi digital dalam hiburan skala besar.
Politik dan krisis global yang memicu kegelisahan
Di balik hiruk-pikuk hiburan, isu politik dan krisis global tetap menjadi sumber percakapan intens. Kabinet Trump 2.0 yang mulai bekerja pada Januari 2025 disebut mengeluarkan 34 executive orders pada minggu pertama, memecahkan rekor era pertama.
Topik lain yang ramai adalah daftar Epstein yang disebut-sebut akan dirilis pada kuartal III 2025, menjadi bahan konspirasi terbesar tahun ini dengan lebih dari 42 juta mention. Reformasi Federal Reserve serta rumor “akhir era dolar” juga memicu tagar #EndTheFed yang disebut trending selama berminggu-minggu.
Selain itu, konflik Laut China Selatan yang kembali memanas serta aksi protes besar di beberapa ibu kota Eropa turut menyumbang volume unggahan politik tertinggi sejak 2020.
Meme dan dark humor sebagai pelampiasan
Di tengah derasnya isu berat, meme dan humor gelap tetap menjadi cara warganet merespons situasi. Template “2025 be like ” disebut menjadi format meme terpopuler, dengan salah satu unggahan meraih 672 ribu likes. Kasus “iPhone 17 Pro giveaway ” dari akun kripto yang ternyata penipuan juga menjadi bahan roasting berbulan-bulan.
Template “ My 2025 bingo card didn’t have this ” dipakai lebih dari 1,3 juta kali, menggambarkan betapa banyaknya peristiwa tak terduga yang mengisi 2025.
Rangkaian tren tersebut memperlihatkan bagaimana X berfungsi sebagai ruang publik digital tempat emosi kolektif bertemu—mulai dari euforia fandom, kecemasan terhadap teknologi, hingga kemarahan politik—dalam tempo nyaris seketika. Pada 2025, hiburan tetap menjadi perekat terbesar, sementara isu AI dan politik menjadi bahan perdebatan paling panas yang kerap memecah opini.

