Jasun Marju berkolaborasi dengan Laila Ayu merilis lagu duet berjudul Pupusing Nelongso. Lagu ini diproduksi oleh Denny Caknan dan dirilis melalui kanal DC. Production dengan konsep live music video. Liriknya ditulis Erick Sukirgenk, yang dikenal lewat karya-karya dangdut Jawa bertema emosional.
Secara makna, Pupusing Nelongso menggambarkan hubungan asmara yang kandas karena perbedaan jalan hidup. Dalam terjemahan bahasa Indonesia, cerita berpusat pada cinta yang tidak direstui orang tua karena perbedaan status sosial dan kekayaan. Lagu ini menonjolkan rasa sakit hati, pengkhianatan, serta keputusan berat yang pada akhirnya harus diterima dengan ikhlas.
Lirik duetnya menggambarkan percakapan dua pihak yang sama-sama terluka. Pada bagian pria, tokoh mempertanyakan perubahan sikap pasangannya, seperti pada penggalan “Kenek opo sifatmu saiki wis bedo” (Apa sebab sifatmu sekarang sudah berbeda) dan “Kowe ninggalke aku mentingke wong liyo” (Kamu meninggalkan aku demi orang lain). Sementara itu, pada bagian perempuan, tersirat kepedihan dan penerimaan terhadap keadaan, antara lain lewat “Sesek nang njero dodo pancen ngalaraake” (Sesak di dalam dada memang menyakitkan) serta “Iki wis dalanku pilihane wong tuwaku” (Inilah jalanku pilihan orang tuaku).
Makna yang paling selaras dengan judul Pupusing Nelongso adalah hilangnya rasa cinta yang berujung pada kesedihan mendalam. Potongan lirik “Sesek nang njero dodo pancen ngalaraake” disebut menjadi penguat tema utama lagu ini.
Video musik Pupusing Nelongso tayang perdana di YouTube DC. Production pada Jumat, 28 Agustus 2026. Hingga artikel ini ditulis, video tersebut telah ditonton lebih dari 5.659 kali, dengan komentar penonton yang mulai berdatangan meski baru beberapa jam tayang.
Selain versi duet terbaru ini, Pupusing Nelongso disebut pertama kali dirilis oleh Erick Sukirgenk pada 2017. Versi Jasun Marju dan Laila Ayu menghadirkan nuansa baru melalui aransemen live yang lebih emosional.