BERITA TERKINI
IMCC 2025 Dinilai Jadi Tonggak Penguatan Pemahaman dan Tata Kelola Penutupan Tambang

IMCC 2025 Dinilai Jadi Tonggak Penguatan Pemahaman dan Tata Kelola Penutupan Tambang

Indonesia Mine Closure Conference (IMCC) 2025 dinilai menjadi tonggak awal untuk memperkuat pemahaman, tata kelola, serta kolaborasi lintas pihak dalam menghadapi tantangan penutupan tambang di Indonesia.

Pandangan tersebut disampaikan Director of Business Development PT SMG Consultant Indonesia, Alastair MacDonald, di sela penutupan konferensi yang berlangsung di Energy Building, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (19/11/2025). Dalam IMCC 2025, Alastair juga bertindak sebagai Pengarah Konferensi.

Menurut Alastair, gagasan penyelenggaraan IMCC berangkat dari kebutuhan meninjau kembali perkembangan industri mineral yang terus berubah dari waktu ke waktu. Ia mengatakan, konsep acara ini telah muncul sejak beberapa tahun lalu, seiring pengamatan terhadap perubahan dan perkembangan industri mineral di Indonesia.

Ia menyoroti dinamika berbagai komoditas sejak tahun 2000, mulai dari timah, nikel, emas, hingga bauksit. Perubahan tersebut, katanya, memunculkan tantangan baru sekaligus tuntutan agar kesiapan penutupan tambang di masa depan dipikirkan lebih awal.

Alastair menilai berbagai tantangan ke depan perlu diantisipasi, termasuk kebutuhan terkait keamanan energi. Di saat yang sama, ia melihat adanya peluang bagi masyarakat global. Karena itu, ia menekankan pentingnya memastikan persiapan penutupan tambang dilakukan sejak dini.

Ia juga menilai isu penutupan tambang semakin menarik karena menuntut pemanfaatan pengetahuan dan pengalaman global untuk memperbaiki praktik di Indonesia. Menurutnya, pengetahuan terkait penutupan tambang telah tersedia baik di Indonesia maupun di berbagai negara lain, sehingga dapat menjadi sumber pembelajaran untuk meningkatkan dampak bagi lingkungan dan masyarakat.

Alastair berharap IMCC dapat terus berlanjut. Ia menyebut IMCC 2025 sebagai penyelenggaraan pertama yang membahas penutupan tambang di Indonesia dan baru menyentuh sejumlah area yang masih memerlukan pendalaman, pekerjaan lanjutan, dan diskusi.

Ke depan, ia berharap IMCC dapat melibatkan lebih banyak lembaga terkait agar solusi yang dihasilkan lebih terintegrasi. Ia juga menekankan pentingnya bekerja bersama pihak-pihak di Indonesia dengan tetap mengikuti undang-undang yang telah disiapkan sebagai pedoman.