Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau masyarakat ikut menjaga keamanan dan ketertiban di tengah dinamika aktivitas publik. Warga diminta tetap tenang, bijak menyikapi situasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Dalam kondisi tertentu, demonstrasi atau aksi unjuk rasa dapat memicu kepadatan massa dan perubahan situasi keamanan secara cepat. Tidak semua orang yang berada di sekitar lokasi aksi merupakan peserta demonstrasi. Banyak warga tetap harus bekerja, menempuh perjalanan pulang, atau menjalankan kegiatan sehari-hari di kawasan sekitar.
Karena itu, masyarakat perlu memahami langkah-langkah keselamatan saat tanpa sengaja berada di sekitar demonstrasi, termasuk cara menghindari risiko ketika situasi memburuk atau terjadi paparan gas air mata.
Mengapa pemahaman keselamatan diperlukan
Demonstrasi merupakan bagian dari penyampaian aspirasi masyarakat yang memiliki dasar perlindungan hukum. Namun dalam kerumunan besar, kondisi lapangan dapat berubah cepat. Kepadatan massa, penutupan jalan, perubahan arus lalu lintas, informasi simpang siur, hingga potensi kepanikan dapat meningkatkan risiko bagi warga yang tidak terlibat dalam aksi.
Sejumlah prinsip yang ditekankan antara lain tidak mendekati lokasi demonstrasi hanya untuk melihat situasi, tidak mengikuti kerumunan bila tidak mengetahui kondisi di lapangan, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, memprioritaskan keselamatan diri dan keluarga, serta segera mencari jalur atau lokasi yang lebih aman jika situasi mulai tidak kondusif.
Langkah keselamatan saat terjebak di sekitar demonstrasi
1. Tetap tenang dan waspada
Langkah awal adalah tidak panik. Kepanikan dapat membuat seseorang salah mengambil keputusan, termasuk salah menentukan arah atau justru masuk lebih jauh ke dalam kerumunan. Tetap tenang perlu disertai kewaspadaan terhadap pergerakan massa, kondisi jalan, akses keluar, dan perubahan situasi. Jika keadaan makin padat atau tidak kondusif, siapkan langkah untuk segera meninggalkan lokasi.
2. Hindari kerumunan dan cari jalur aman
Kerumunan besar memiliki risiko, terutama bila pergerakan massa tidak terkendali. Jika memungkinkan, menjauhlah dari pusat keramaian dan jangan berjalan menuju sumber kerumunan hanya untuk mengetahui apa yang terjadi. Carilah jalur alternatif untuk keluar dari kawasan tersebut. Bila berada di gedung, kantor, pusat perbelanjaan, atau fasilitas umum, ikuti petunjuk petugas keamanan dan gunakan jalur keluar yang ditentukan. Hindari berdiri terlalu dekat dengan titik pertemuan massa, kendaraan operasional, atau area konsentrasi demonstran dan aparat.
3. Tidak mudah terprovokasi informasi
Saat demonstrasi berlangsung, arus informasi di media sosial biasanya meningkat. Namun tidak semua informasi dapat dipastikan benar, termasuk foto atau video lama yang disebarkan kembali seolah-olah kejadian terbaru atau potongan video tanpa konteks. Warga diimbau memeriksa sumber informasi, tidak langsung menyebarkan kabar yang belum terverifikasi, memperhatikan waktu dan lokasi kejadian, menggunakan sumber resmi sebagai rujukan, serta tidak menarik kesimpulan dari satu unggahan.
4. Utamakan komunikasi dengan keluarga atau orang terdekat
Jika terjebak demonstrasi atau rute perjalanan berubah akibat penutupan jalan, segera informasikan kondisi kepada keluarga atau orang terdekat. Sampaikan lokasi terakhir, kondisi sekitar, rencana menuju tempat aman, dan perkiraan waktu tiba. Pesan singkat dinilai cukup, terutama bila situasi menuntut konsentrasi. Bila memungkinkan, aktifkan fitur berbagi lokasi kepada orang yang dipercaya.
5. Tetap bersama rombongan
Bila bepergian bersama keluarga, teman, anak-anak, atau lansia, usahakan tidak terpisah. Dalam kerumunan, anggota rombongan dapat berpegangan tangan atau mengaitkan siku. Jika membawa anak-anak, pastikan mereka selalu dalam jangkauan. Apabila terpisah, upayakan menentukan titik pertemuan di lokasi yang aman bila memungkinkan.
6. Prioritaskan keselamatan diri
Keselamatan menjadi prioritas utama. Jika situasi mulai tidak kondusif, segera tinggalkan area dan jangan bertahan hanya untuk melihat perkembangan. Warga dapat kembali ke kantor, masuk ke tempat aman, menggunakan transportasi alternatif, atau menunda perjalanan. Jangan memaksakan diri melewati titik yang ditutup atau memasuki area yang sudah diperingatkan berbahaya.
7. Tips keselamatan saat berkendara
Demonstrasi dapat memicu penutupan jalan, pengalihan arus, atau kemacetan panjang. Bagi pengendara, langkah yang disarankan antara lain tetap tenang dan tidak membunyikan klakson berlebihan, mengikuti arahan petugas, tidak memaksakan kendaraan masuk ke kerumunan, mencari jalur alternatif, menjaga jarak aman dari konsentrasi massa, serta menghindari membuka kaca kendaraan bila kondisi sekitar tidak kondusif. Pengendara juga disarankan tidak berhenti di tengah jalan hanya untuk mengambil foto atau video.
8. Pastikan ponsel dan powerbank siap
Ponsel menjadi alat komunikasi penting dalam situasi darurat. Warga disarankan memastikan baterai ponsel cukup sebelum bepergian, membawa powerbank atau kabel pengisi daya, dan menghemat penggunaan baterai. Ponsel sebaiknya dipakai untuk kebutuhan penting seperti berkomunikasi dengan keluarga, menghubungi layanan darurat, mengakses informasi resmi, dan menggunakan peta untuk mencari jalur alternatif.
Langkah menghadapi paparan gas air mata
Dalam situasi tertentu, warga di sekitar lokasi demonstrasi dapat terpapar gas air mata (tear gas), termasuk bahan pengendali massa seperti CS atau CR. Paparan dapat menimbulkan keluhan seperti mata perih dan berair, pandangan kabur, rasa terbakar pada kulit, hidung meler, pusing, mual, batuk, hingga gangguan pernapasan.
1. Segera menjauh dari sumber paparan
Langkah utama adalah segera menjauh dari area paparan. Perhatikan arah angin dan bergerak menuju udara yang lebih bersih. Cari lokasi dengan sirkulasi udara baik dan jangan kembali mendekati titik paparan untuk melihat situasi.
2. Lindungi saluran pernapasan
Gunakan masker untuk membantu mengurangi masuknya partikel iritan. Jika memakai kain sebagai pelindung sementara, pastikan tidak mengganggu pernapasan. Setelah berada di tempat aman, bersihkan diri dan ganti perlengkapan yang terpapar.
3. Hindari mengucek mata
Rasa perih dapat memicu refleks mengucek mata, namun tindakan ini disarankan dihindari karena dapat menyebarkan bahan iritan dan memperparah keluhan. Jika memungkinkan, segera menuju tempat aman untuk membersihkan wajah dengan air bersih yang mengalir.
4. Gunakan kacamata dan hindari lensa kontak
Kacamata dapat membantu memberi perlindungan tambahan. Pengguna lensa kontak perlu berhati-hati karena iritan dapat menempel dan membuat rasa tidak nyaman lebih lama. Prioritas tetap meninggalkan area paparan.
5. Bersihkan wajah dengan air mengalir
Setelah berada di lokasi aman, bilas wajah dengan air bersih yang mengalir tanpa menggosok terlalu keras. Jika keluhan pada mata atau kulit tetap berat setelah membersihkan diri, segera cari bantuan medis.
6. Lepas dan pisahkan pakaian yang terpapar
Pakaian yang terkena bahan iritan sebaiknya segera dilepas dan dipisahkan dari pakaian bersih. Hindari menyentuh wajah atau mata dengan tangan yang telah menyentuh pakaian terpapar. Setelah itu, bersihkan tubuh dan kenakan pakaian bersih.
7. Cari tempat dengan sirkulasi udara baik
Setelah meninggalkan area paparan, cari tempat dengan udara bersih dan sirkulasi baik untuk beristirahat hingga kondisi membaik. Jika mengalami sesak napas berat, pingsan, gangguan penglihatan yang tidak membaik, atau keluhan serius lain, segera mencari bantuan medis.
Kesiapsiagaan dan peran bersama
Pemprov DKI menekankan pentingnya kesiapsiagaan karena situasi demonstrasi dapat berkembang cepat. Warga disarankan memeriksa informasi lalu lintas dan kondisi wilayah sebelum bepergian, memastikan baterai ponsel cukup, membawa powerbank, menyimpan nomor kontak penting, mengetahui rute alternatif, menghindari membawa barang berlebihan, serta memakai pakaian dan alas kaki yang nyaman untuk mobilitas.
Selain itu, masyarakat diimbau ikut menjaga suasana tetap kondusif dengan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas, tidak melakukan tindakan provokatif, dan mengutamakan keselamatan. Untuk kebutuhan informasi dan bantuan darurat di Jakarta, warga dapat menghubungi Jakarta Siaga 112 atau menggunakan aplikasi JAKI sesuai layanan yang tersedia.