Gojek memperluas lini bisnisnya dengan menghadirkan fitur baru bernama GoDineIn. Fitur ini memungkinkan pengguna mendapatkan diskon hingga 25% saat makan di restoran, melalui voucher yang tersedia di aplikasi Gojek.
Saat ini, GoDineIn baru tersedia di Jakarta. Dalam peluncurannya, Gojek menggandeng sejumlah restoran, di antaranya Cut & Grill, Common Grounds, Braud, Seroeni, Kintaro Sushi, Warung Tekko, Gokana Ramen & Teppan, Raa Cha Suki & BBQ, Monsieur Spoon, Pepper Lunch, dan Kimukatsu.
Untuk menggunakan GoDineIn, pengguna perlu memperbarui aplikasi Gojek dan masuk menggunakan akun personal. Fitur ini dapat ditemukan dari halaman Beranda dengan mengetuk menu Lainnya, lalu masuk ke bagian Pesan makan dan belanja dan memilih ikon GoDineIn. Pengguna kemudian dapat memilih voucher dari restoran terdekat yang tersedia.
Setelah memilih voucher, pengguna dapat membelinya dengan metode pembayaran GoPay, kartu debit, maupun LinkAja. Voucher yang sudah dibeli dapat ditukar melalui menu Voucher you own, kemudian memilih voucher yang ingin digunakan dan menekan tombol Redeem. Selanjutnya, pengguna diminta menunjukkan QR code kepada kasir restoran untuk mendapatkan potongan harga.
Gojek menyebut, transaksi untuk menikmati voucher GoDineIn perlu dilakukan secara nontunai, termasuk menggunakan GoPay. Karena itu, pengguna diminta memastikan saldo GoPay mencukupi melalui isi ulang, seperti lewat e-banking atau ATM.
Head of Marketing Food & Ads Gojek, Ignatius Satrio, mengatakan riset internal perusahaan melihat adanya beberapa tipe penikmat makanan berdasarkan motivasi mereka, yakni functional eater, social eater, reasonable indulger, mindful eater, dan food enthusiast.
Menurutnya, riset internal Gojek juga menunjukkan kelompok social eater, mindful eater, dan food enthusiast cenderung memiliki ketertarikan tinggi terhadap aktivitas sosial dan gemar makan di luar. “Inilah mengapa GoDineIn hadir untuk memberikan pengalaman kuliner menarik untuk makan di tempat atau di resto, melengkapi layanan online food delivery GoFood yang telah melekat di masyarakat Indonesia,” ujarnya.

