Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) Business Show 2025 resmi dibuka bersamaan dengan Café Brasserie Expo Indonesia 2025 di Hall 10 Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Jakarta, Jumat, 10 Oktober. Pembukaan ini menandai kolaborasi dua sektor besar, yakni perdagangan dan makanan-minuman (F&B), yang dihadiri perwakilan pemerintah, asosiasi bisnis, serta pelaku industri.
FLEI Business Show 2025 digelar Panorama Media bersama Perhimpunan Indonesian Franchise & License Association (WALI) dan KADIN Indonesia pada 10–12 Oktober 2025. Pameran ini menghadirkan lebih dari 150 brand dari 10 kategori bisnis, mulai dari F&B, ritel, kecantikan, laundry, pendidikan, hingga teknologi digital. Penyelenggara menyebut ajang ini menjadi ruang pertemuan antara pemilik brand, calon mitra, dan investor untuk menjajaki peluang usaha dari berbagai skala dengan model bisnis yang fleksibel dan berkelanjutan.
Panorama Media menilai FLEI Business Show telah berkembang selama lebih dari satu dekade sebagai salah satu platform yang konsisten memperkuat sektor waralaba dan kemitraan usaha di Indonesia. “Melalui FLEI, kami ingin menciptakan ruang di mana ide, modal, dan semangat wirausaha dapat bertemu dan tumbuh bersama,” ujar Presiden Direktur Panorama Media, Royanto Handaya.
Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Perdagangan menekankan peran waralaba dan lisensi dalam memperkuat rantai pasok nasional serta mendorong daya beli. “Ajang seperti FLEI membantu memastikan ekosistem perdagangan tumbuh secara inklusif dan efisien,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Shoffan Shofwan, M.Si.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menyoroti peluang UMKM untuk naik kelas melalui kemitraan yang terarah. Ia menyebut UMKM menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja nasional dan menyumbang sekitar 60 persen terhadap PDB. “FLEI menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha kecil untuk bermitra, berinovasi, dan memperluas pasar,” ujarnya.
FLEI 2025 juga menghadirkan rangkaian agenda pendukung, termasuk FLEI Business Conference 2025 yang menghadirkan forum bersama praktisi dan tokoh bisnis seperti Theo Derick, Liana Oktavia, Burang Riyadi, Evi Diah P, dan Klemens Rahardja. Dalam forum tersebut, mereka dijadwalkan membahas inovasi kemitraan, kepemimpinan, serta strategi ekspansi.
Selain konferensi, penyelenggara menyiapkan sejumlah program, di antaranya Hosted Buyer Program yang mempertemukan pemilik brand dengan pemilik ruko dan investor potensial, Korean Pavilion yang menampilkan brand asal Korea yang siap ekspansi ke pasar Indonesia, serta Workshop & Business Coaching bersama pakar bisnis dan coach profesional. Royanto Handaya menyatakan pihaknya berharap FLEI tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang kolaboratif yang membuka peluang nyata bagi masyarakat untuk memulai dan mengembangkan bisnis.
FLEI Business Show 2025 dapat dikunjungi tanpa biaya bagi pengunjung yang melakukan registrasi melalui situs resmi atau akun Instagram penyelenggara.

