Jakarta—Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) Business Show 2025 resmi dibuka pada Jumat (10/10/2025) dan digelar pada 10–12 Oktober 2025 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Jakarta. Pembukaan FLEI 2025 berlangsung bersamaan dengan Café Brasserie Expo Indonesia 2025.
Acara ini mempertemukan perwakilan pemerintah, asosiasi bisnis, dan pelaku industri dalam kolaborasi dua sektor, yakni perdagangan dan makanan-minuman (F&B), yang disebut menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
FLEI Business Show 2025 diselenggarakan oleh Panorama Media bersama Perhimpunan Indonesian Franchise & License Association (WALI) dan KADIN Indonesia. Pameran menghadirkan lebih dari 150 brand dari 10 kategori bisnis, mulai dari F&B, ritel, kecantikan, laundry, pendidikan, hingga teknologi digital.
Penyelenggara menyebut FLEI menjadi ruang pertemuan strategis bagi pemilik brand, calon mitra, dan investor untuk menjajaki peluang usaha dari berbagai skala melalui model bisnis yang fleksibel dan berkelanjutan.
Presiden Direktur Panorama Media Royanto Handaya mengatakan semakin banyak brand yang siap berekspansi dan membuka peluang kemitraan baru. “Melalui FLEI, kami ingin menciptakan ruang di mana ide, modal, dan semangat wirausaha dapat bertemu dan tumbuh bersama,” ujarnya.
Dari sisi kebijakan, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Iqbal Shoffan Shofwan menegaskan pentingnya sektor waralaba dan lisensi dalam memperkuat rantai pasok nasional serta mendorong daya beli masyarakat. Ia juga menyampaikan kontribusi sektor perdagangan terhadap PDB yang mencapai lebih dari 13% dan menilai waralaba berperan sebagai penghubung pelaku usaha dengan konsumen di berbagai wilayah. “Ajang seperti FLEI membantu memastikan ekosistem perdagangan tumbuh secara inklusif dan efisien,” kata Iqbal.
Deputi Bidang Usaha Kecil Republik Indonesia Temmy Satya Permana menambahkan, UMKM yang menyerap lebih dari 97% tenaga kerja nasional dan menyumbang sekitar 60% terhadap PDB memiliki potensi besar untuk naik kelas melalui kemitraan yang terarah. “FLEI menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha kecil untuk bermitra, berinovasi, dan memperluas pasar. Dengan dukungan sistem waralaba dan lisensi, UMKM dapat mengakselerasi pertumbuhan bisnisnya dan memperkuat struktur ekonomi nasional,” ujarnya.
Penyelenggara juga menautkan momentum FLEI dengan arah kebijakan pemerintah yang disebut pro-pertumbuhan, termasuk perpanjangan insentif PPh Final UMKM 0,5% hingga 2029 serta pembebasan PPh 21 DTP bagi sektor pariwisata dan Horeca. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli dan memperluas kesempatan kerja.
Ketua Umum WALI Levita Ginting Supit menyatakan tren bisnis saat ini menekankan fleksibilitas dan inovasi model usaha. Menurutnya, masyarakat semakin mencari sistem bisnis yang siap pakai dan efisien. “Melalui waralaba, mereka bisa belajar, berinvestasi, dan membangun usaha dengan risiko yang lebih terukur,” ujar Levita.
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pengembangan Ekspor Juan Permata Adoe menyoroti terbukanya peluang ekspor dan kolaborasi global bagi brand lokal. “Brand-brand dan produk Indonesia kini makin diminati di pasar internasional. Melalui FLEI, kami membuka ruang bagi pelaku bisnis lokal untuk memperluas jejaring dan menembus pasar ekspor,” katanya.
Selain pameran, rangkaian acara mencakup FLEI Business Conference 2025 yang menghadirkan forum bersama praktisi dan tokoh bisnis, antara lain Theo Derick, Liana Oktavia, Burang Riyadi, Evi Diah P, dan Klemens Rahardja. Forum ini membahas inovasi kemitraan, kepemimpinan, serta strategi ekspansi.
FLEI 2025 juga menghadirkan sejumlah program, seperti Hosted Buyer Program yang mempertemukan pemilik brand dengan pemilik ruko dan investor potensial, Korean Pavilion yang menampilkan brand asal Korea yang siap ekspansi ke pasar Indonesia, serta Workshop & Business Coaching bersama pakar dan coach profesional. Penyelenggara juga menyebut adanya promo eksklusif dan cashback jutaan rupiah dari brand peserta pameran.
Penyelenggaraan FLEI Business Show 2025 didukung sejumlah mitra, termasuk Tzu Chi Hospital (TCH Group) dan Rumah Sakit Cinta Kasih Tzu Chi (RSCK) sebagai Official Medic Partner, GoWork sebagai Official Co-Working Space Partner, TES, Circle One, HIPPINDO, serta Asiawide Franchise Consultants, World Franchise Associates (WFA), dan komunitas bisnis lainnya.
“Kami berharap FLEI bukan hanya ajang pameran, tetapi juga ruang kolaboratif yang membuka peluang nyata bagi masyarakat untuk memulai dan mengembangkan bisnis mereka,” tutur Royanto.
FLEI Business Show 2025 berlangsung pada 10–12 Oktober 2025 di Hall 11 NICE PIK 2, Jakarta. Pengunjung dapat masuk tanpa biaya dengan melakukan registrasi melalui situs resmi www.franchise-expo.co.id atau akun Instagram @fleiexpoid.

