BERITA TERKINI
Es Cendol dari Tepung Beras: Peluang Usaha Minuman Tradisional dengan Perhitungan Modal dan Keuntungan

Es Cendol dari Tepung Beras: Peluang Usaha Minuman Tradisional dengan Perhitungan Modal dan Keuntungan

Es cendol merupakan minuman tradisional Indonesia yang dikenal menyegarkan, terutama saat cuaca panas. Minuman ini berisi butiran cendol bertekstur kenyal yang disajikan bersama sirup gula merah dan santan. Kombinasi rasa manis dan gurih membuat es cendol populer serta digemari berbagai kalangan.

Dalam proses pembuatannya, cendol dibuat dari campuran tepung beras dan tepung sagu yang diolah dengan air, air kapur sirih, air perasan daun suji, serta garam. Adonan dimasak hingga mengental, lalu dicetak menjadi butiran cendol. Sementara itu, sirup gula merah dibuat dengan merebus gula merah sampai larut, dan santan direbus terpisah untuk menjaga kualitas rasa.

Dari sisi pasar, es cendol memiliki target konsumen yang luas karena dapat dinikmati semua usia. Produk ini juga umum dijual di pinggir jalan maupun menggunakan gerobak keliling. Dengan lokasi yang strategis, es cendol dinilai sebagai salah satu ide usaha kuliner berbahan tepung beras yang berpotensi menjanjikan.

Untuk gambaran kebutuhan modal, investasi awal peralatan seperti etalase, kompor, panci, dan perlengkapan lain diperkirakan sekitar Rp 3.060.000. Adapun biaya operasional per bulan, yang mencakup penyusutan serta biaya variabel bahan baku seperti tepung beras, tepung sagu, santan, dan gula merah, diperkirakan mencapai Rp 2.486.000.

Dari sisi pendapatan, apabila penjualan rata-rata mencapai 30 porsi per hari dengan harga Rp 5.000 per porsi, maka pendapatan bulanan diperkirakan sebesar Rp 4.500.000. Dengan perhitungan tersebut, keuntungan bulanan yang diperoleh berada di kisaran Rp 2.014.000.