Popularitas kombucha dalam beberapa tahun terakhir meningkat seiring berkembangnya informasi seputar gaya hidup dan kesehatan. Minuman fermentasi ini kerap dipilih sebagai bagian dari pola hidup modern karena dinilai memiliki sejumlah manfaat potensial bagi tubuh.
Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi teh hitam atau teh hijau yang dicampur gula, bakteri, dan ragi. Minuman ini diyakini berasal dari China dan telah digunakan sejak lebih dari 2.000 tahun lalu dalam tradisi pengobatan alami, sebelum kemudian menyebar ke Rusia dan kawasan Eropa Timur melalui jalur perdagangan. Dalam proses pembuatannya, kombucha difermentasi selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan hingga terbentuk kultur simbiotik bakteri dan ragi yang dikenal sebagai SCOBY. Hasil fermentasi menghasilkan cairan yang mengandung probiotik, asam organik, antioksidan, serta vitamin B.
Berikut enam manfaat potensial mengonsumsi kombucha setiap hari yang kerap dibahas dalam konteks kesehatan.
1. Mendukung kesehatan usus
Kombucha mengandung probiotik yang berperan dalam mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Sejumlah penelitian juga mengidentifikasi keberadaan genus Lactobacillus dalam kombucha. Lactobacillus merupakan salah satu jenis probiotik yang umum ditemukan pada makanan atau minuman fermentasi dan sering dikaitkan dengan dukungan terhadap kesehatan pencernaan.
2. Berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung
Kombucha disebut dapat membantu menyeimbangkan kadar kolesterol dalam tubuh, terutama terkait LDL (kolesterol “jahat”) dan HDL (kolesterol “baik”). Keseimbangan keduanya merupakan indikator penting dalam penilaian risiko penyakit jantung, sehingga upaya menjaga profil kolesterol dinilai mendukung fungsi jantung yang sehat.
3. Membantu pengelolaan gula darah
Kombucha juga disebut berpotensi membantu pengidap diabetes dalam mengendalikan kadar gula darah, terutama jika dibarengi pola makan sehat dan seimbang. Dalam tinjauan tahun 2019 yang merujuk pada penelitian kecil terhadap 24 orang dewasa dengan diabetes tipe 2, konsumsi kombucha secara rutin selama tiga bulan dilaporkan membantu menurunkan rata-rata kadar gula darah peserta hingga mencapai tahap normal. Kombucha berbahan teh hijau disebut dapat memberi manfaat tambahan karena teh hijau dalam sejumlah studi dikaitkan dengan penurunan gula darah.
4. Berpotensi menurunkan risiko kanker
Kandungan antioksidan dalam kombucha membuatnya kerap dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker. Studi pada 2013 melaporkan efek antiangiogenik, yakni kemampuan menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru yang dibutuhkan tumor untuk berkembang. Dalam studi tersebut, kombucha dilaporkan menurunkan kelangsungan hidup sel kanker prostat. Meski demikian, sebagian besar penelitian terkait efek kombucha terhadap kanker masih dilakukan di laboratorium, sehingga diperlukan studi lanjutan untuk memastikan manfaatnya secara klinis.
5. Mendukung metabolisme
Kombucha yang berbahan teh hitam atau teh hijau disebut dapat memberikan manfaat serupa dengan teh hijau dalam mendukung metabolisme. Penelitian mengenai teh hijau juga menunjukkan potensi peningkatan jumlah kalori yang dibakar dan membantu mengurangi penumpukan lemak di sekitar perut. Karena itu, kombucha kerap dikaitkan dengan upaya penurunan berat badan.
6. Berpotensi memperkuat sistem kekebalan tubuh
Probiotik dalam kombucha tidak hanya dikaitkan dengan pencernaan, tetapi juga dengan dukungan terhadap sistem imun. Usus disebut menjadi rumah bagi sekitar 70% sistem kekebalan tubuh. Dengan demikian, ketika kesehatan usus terjaga, sistem kekebalan tubuh juga dinilai dapat ikut terbantu.
Meski sejumlah manfaat di atas sering dikaitkan dengan konsumsi kombucha, sebagian temuan masih memerlukan penguatan melalui penelitian lanjutan. Kombucha juga kerap disebut sebagai pelengkap, bukan pengganti, dari pola makan seimbang dan gaya hidup sehat.

