BERITA TERKINI
Empat Amalan dalam Islam untuk Meredakan Anxiety dan Overthinking

Empat Amalan dalam Islam untuk Meredakan Anxiety dan Overthinking

Anxiety dan overthinking kerap menjadi beban pikiran yang sulit dilepaskan. Dalam perspektif Islam, kondisi ini dikaitkan dengan peran hati yang sangat menentukan ketenangan seseorang. Hati diibaratkan sebagai “raja” yang memberi perintah kepada anggota tubuh lainnya. Karena itu, menjaga kestabilan hati dipandang penting agar tubuh dan pikiran tetap berada dalam keadaan tenang.

Dalam buku Tangani Overthinking Seperti Pro, Qalam Qaqa menjelaskan bahwa overthinking dapat memicu kekhawatiran berlanjut menjadi gangguan kecemasan (anxiety). Jika persoalan yang dipikirkan bersifat menyedihkan, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi perasaan sedih dan depresi.

Ulama Syaikh Nawawi Al-Bantani menyebutkan bahwa kebingungan atau kegalauan di dalam hati dapat diupayakan hilang, salah satunya dengan berdzikir serta meresapi nasihat ahli hikmah. Berikut empat amalan yang disebut dapat dilakukan ketika seseorang merasa overthinking dan anxiety.

1. Berdzikir

Dzikir atau mengingat Allah disebut sebagai salah satu penenang untuk mengusir pikiran yang berat dan kecemasan di hati. Al-Qur’an menyebutkan bahwa ketenteraman hati berkaitan dengan dzikir, sebagaimana dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28 yang menegaskan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah.

Rabi’ Abdur Rauf Az-Zawawi dalam buku Al-Baqiyatus Shalihat juga menjelaskan bahwa dzikir dapat mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan. Salah satu dzikir yang dicontohkan adalah:

“Laa haula wa laa quwwata illa billah hil aliyil adzim”, yang berarti: “Tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dengan izin Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

2. Membaca Al-Qur’an

Dr. H. Cholil, M.Pd.I dalam buku Konseling Qur’ani menyebut Al-Qur’an sebagai salah satu cara mengelola dan memanajemen stres agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Salah satu surah yang disorot adalah Al-Fatihah, khususnya ayat kelima dan keenam yang memuat permohonan agar selalu ditunjukkan jalan yang lurus.

Permohonan tersebut disebut bisa dikorelasikan dengan kondisi stres, ketika seseorang cenderung kalut dan sulit berpikir jernih serta objektif. Selain itu, sejumlah ayat lain juga memuat pesan yang menenangkan, antara lain: “Sesungguhnya, bersama kesulitan itu ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah ayat 6), serta beberapa ayat lain yang menekankan kesabaran, tawakal, dan keyakinan bahwa beban diberikan sesuai kesanggupan.

3. Membaca doa

Saat rasa takut dan cemas muncul, umat Islam dianjurkan memohon perlindungan kepada Allah. Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar mencantumkan beberapa doa yang dapat dibaca ketika dilanda kegelisahan dan ketakutan.

Doa pertama:

“A’udzu bikalimaatil laahit taammati min ghadlabihi wa syarri ‘ibaadihi wa min hamazzatisy syayathiini wa an yahdluruun”, yang berarti: “Aku berlindung dengan firman Allah yang sempurna, dari kemurkaan-Nya, dari godaan setan dan ketika mereka akan datang kepadaku.”

Doa kedua:

“Allaahu allaahu rabbi laa syariika lah”, yang berarti: “Ya Allah, ya Allah, ya tuhanku, tak ada sesuatu yang disekutukan bagi-Nya.”

4. Bersyukur dan tawakal

Bersyukur dan tawakal juga disebut sebagai kunci kebahagiaan. Dalam Surah Ibrahim ayat 7, Allah menyampaikan bahwa nikmat akan ditambah bagi orang yang bersyukur, sementara azab disebut keras bagi yang mengingkari nikmat.

Selain bersyukur, tawakal dipandang penting agar seseorang tidak larut dalam kecemasan terhadap hasil dari usaha yang dilakukan. Dalam pemahaman ini, Allah diyakini sebagai sebaik-baiknya pengatur, dengan ketentuan yang pada akhirnya terbaik bagi manusia.