BERITA TERKINI
Edukasi Gizi Seimbang di SMAN 10 Kupang Ditekankan untuk Cegah Stunting Sejak Remaja

Edukasi Gizi Seimbang di SMAN 10 Kupang Ditekankan untuk Cegah Stunting Sejak Remaja

Upaya pencegahan stunting di SMA Negeri 10 Kupang terus digencarkan melalui edukasi gizi seimbang dengan pendekatan “Isi Piringku”. Materi edukasi ini disampaikan oleh Dr. Ina Debora Ratu Ludji dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan Poltekkes Kemenkes Kupang.

Dr. Ina menjelaskan, prinsip “Isi Piringku” membantu remaja memenuhi kebutuhan gizi harian selama masa pertumbuhan. Dalam satu kali makan, porsi dibagi menjadi setengah piring berisi sayur dan buah, serta setengah piring lainnya berisi makanan pokok.

Pada bagian sayur dan buah, komposisinya dianjurkan sekitar dua pertiga sayur dan sepertiga buah. Sementara itu, pada bagian lainnya, makanan pokok dan lauk-pauk—baik sumber protein hewani maupun nabati—mengisi sepertiga bagian piring.

Selain pemenuhan gizi, Dr. Ina juga menekankan pencegahan anemia pada remaja putri melalui konsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin. Ia menyebutkan, satu tablet mengandung 60 miligram zat besi dan 400 mikrogram asam folat, yang diminum setiap minggu.

Untuk mengurangi keluhan mual, Tablet Tambah Darah disarankan diminum setelah makan dengan air putih. Remaja juga dianjurkan menghindari konsumsi teh atau kopi dalam waktu dekat dengan jadwal minum tablet agar penyerapan zat besi lebih maksimal.

Dr. Ina menambahkan, remaja putri yang mengalami anemia memerlukan penanganan lanjutan oleh tenaga kesehatan setempat. Ia juga menilai dukungan keluarga dan sekolah penting untuk membangun kesadaran menjaga kesehatan sejak dini.

Menurutnya, pencegahan stunting perlu dipersiapkan sejak usia remaja, khususnya pada rentang sembilan hingga 15 tahun. Kegiatan edukasi tersebut mengusung pesan utama, “Sehat Dimulai dari Kita, Cegah Stunting Sejak Remaja!”