Wacana memasukkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam kurikulum sekolah menjadi perhatian DPR RI. Rencana tersebut dinilai perlu dikaji matang agar edukasi gizi tidak berujung menambah beban belajar peserta didik.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, meminta pemerintah memperjelas maksud dan tujuan usulan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, terkait integrasi program MBG dengan kegiatan pendidikan di sekolah.
Ia menilai pemerintah perlu memastikan terlebih dahulu substansi usulan tersebut. Menurut Lalu, apabila benar ada rencana memasukkan MBG ke dalam kurikulum, maka hal itu harus dikaji dari sisi urgensi, tujuan, serta dampaknya terhadap proses pembelajaran.
Lalu menyampaikan pemenuhan kebutuhan gizi merupakan faktor penting untuk menunjang kualitas pendidikan. Namun, ia menilai peningkatan pemahaman siswa mengenai makanan sehat tidak harus dilakukan dengan menjadikan MBG sebagai mata pelajaran baru atau materi tersendiri dalam kurikulum.
Menurutnya, pengetahuan tentang gizi seimbang, pola makan sehat, hingga kebiasaan hidup sehat dapat disisipkan melalui mata pelajaran yang sudah berjalan. Dengan cara itu, siswa tetap memperoleh edukasi kesehatan tanpa menambah materi pembelajaran atau mengurangi waktu mata pelajaran utama.
Ia juga menekankan perlunya koordinasi kebijakan dengan kementerian yang membidangi pendidikan serta kajian berdasarkan kebutuhan peserta didik dan efektivitas pembelajaran. Lalu mengingatkan agar kurikulum tidak dibebani agenda program, sementara fokus utama pendidikan adalah penguatan kompetensi, karakter, dan kualitas pembelajaran.
Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono menjelaskan bahwa usulan memasukkan pendidikan gizi dalam kurikulum bukan berarti menambah mata pelajaran baru. Ia menyebut materi tersebut direncanakan menjadi bagian dari aktivitas pendidikan dengan alokasi waktu khusus agar tidak mengganggu jam pelajaran.
Dalam kegiatan Transformasi MBG 2.0 di Usmar Ismail Hall, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026), Sudaryono mencontohkan edukasi gizi dapat diberikan bersamaan dengan waktu makan MBG. Siswa akan mendapatkan penjelasan mengenai manfaat karbohidrat, protein hewani, dan sayuran, termasuk alasan berbagai jenis makanan tersebut diperlukan tubuh.
Ia juga memaparkan waktu pelaksanaan edukasi dapat menyesuaikan jadwal kepulangan siswa. Untuk siswa sekolah dasar kelas I dan II yang pulang pagi, kegiatan makan dapat dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Sementara siswa yang pulang siang dijadwalkan makan pada pukul 12.00 hingga 13.00 WIB.