Kota Bima—Upaya pencegahan stunting tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada penciptaan lingkungan yang bersih dan sehat. Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bima menyalurkan bantuan jamban sehat kepada keluarga berisiko stunting di Kelurahan Nitu, Kecamatan Raba, Rabu, 28 Oktober 2026.
Kepala DPPKB Kota Bima, H. Ichwanul Muslimin, mengatakan bantuan itu bersumber dari anggaran program Orang Tua Asuh Cegah Stunting (OTA) Balai Penyuluh KB dan merupakan bagian dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Ia menjelaskan, program tersebut mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk membantu keluarga berisiko stunting melalui pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk penyediaan fasilitas sanitasi yang layak.
Menurut Ichwanul, bantuan jamban sehat penting dalam pencegahan stunting karena sanitasi yang tidak layak dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi, seperti diare, yang berpotensi mengganggu penyerapan zat gizi pada anak.
“Keberadaan jamban sehat di lingkungan rumah tangga dapat membantu mengurangi risiko pencemaran lingkungan dan mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut memberi manfaat langsung bagi keluarga penerima, terutama dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi balita.
Ichwanul menambahkan, penyaluran bantuan ini juga menjadi bagian dari sinergi pelaksanaan program Bangga Kencana serta percepatan penurunan stunting di tingkat kelurahan. DPPKB juga berharap program GENTING tidak hanya menghadirkan bantuan fisik, tetapi turut meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya sanitasi, kebersihan lingkungan, dan pemenuhan kebutuhan dasar keluarga.