Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat komitmen mewujudkan kota ramah anak melalui berbagai program dan kebijakan strategis. Upaya ini salah satunya dijalankan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dengan menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak anak secara menyeluruh.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3AKB Balikpapan, Nursyamsiarni D. Larose, mengatakan pemenuhan hak anak mencakup aspek yang luas sehingga membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurut dia, pemerintah kota telah menyiapkan sejumlah regulasi dan rencana kerja untuk mendukung penguatan perlindungan anak di Balikpapan.
“Komitmen Pemerintah Kota sudah jelas, baik dari sisi regulasi maupun perencanaan. Saat ini sudah ada beberapa aturan yang mendukung, termasuk Perda Nomor 2 Tahun 2025. Dari sisi perencanaan, kami juga sudah memasukkan program-program pemenuhan hak anak dalam rencana kerja DP3AKB,” ujar Nursyamsiarni, Kamis (30/10/2025).
Meski demikian, ia menegaskan pelaksanaan di lapangan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, dunia pendidikan, hingga lembaga sosial, dinilai menjadi kunci agar anak-anak memperoleh perlindungan dan haknya terpenuhi.
“Pelaksanaan program pemenuhan hak anak ini membutuhkan partisipasi banyak pihak. Karena itu, kami juga menggandeng berbagai elemen masyarakat agar pelaksanaan di lapangan bisa lebih efektif,” katanya.
Ia mencontohkan bentuk kolaborasi yang telah berjalan, yakni pembentukan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM) di sejumlah kelurahan. Keberadaan PPATBM disebut menjadi garda terdepan dalam menangani persoalan anak dan perempuan di tingkat masyarakat.
“Balikpapan sudah memiliki PPATBM di tingkat masyarakat yang cukup aktif. Mereka menjadi mitra penting kami dalam mendeteksi dan menangani permasalahan anak maupun perempuan sejak dini,” tambahnya.
Ke depan, DP3AKB menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan agar visi Balikpapan sebagai Kota Layak Anak (KLA) dapat terwujud secara berkelanjutan. “Ke depan kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Balikpapan bisa tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, sehat, dan berdaya. Untuk itu, kerja sama lintas sektor dan partisipasi masyarakat menjadi hal yang sangat penting,” ujar Nursyamsiarni.

