Sejumlah dosen Program Studi Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh (Unimal) memberikan edukasi kepada masyarakat Gampong Tijue, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, tentang pentingnya pangan sehat dan bergizi sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu digelar pada Kamis (15/10/2026) dengan melibatkan dosen dan mahasiswa.
Kegiatan bertajuk “Edukasi Pangan Sehat dalam Mendukung Desa Tangguh Bencana” tersebut dipimpin Dr. Rahmi Inayati M.Kes. Edukasi ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan warga mengenai pemilihan, pengolahan, dan penyimpanan pangan yang sehat dan aman, sekaligus mendorong keluarga menyiapkan kebutuhan makanan saat menghadapi situasi darurat.
Dalam pemaparan materi, warga mendapatkan penjelasan tentang penerapan gizi seimbang, pentingnya mengonsumsi makanan beragam, memperbanyak sayur dan buah, serta memilih sumber protein yang baik. Warga juga diingatkan agar membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan demi menjaga kesehatan keluarga.
Selain aspek gizi, tim pengabdian juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan bahan makanan, menerapkan cara penyimpanan pangan yang aman, serta menyiapkan persediaan makanan dan air bersih untuk memenuhi kebutuhan keluarga apabila terjadi bencana.
Rahmi menyampaikan bahwa ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana tidak hanya ditentukan oleh kesiapan menghadapi ancaman, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan dasar keluarga. “Ketangguhan sebuah gampong tidak hanya ditentukan oleh kesiapan menghadapi bencana, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan pangan keluarga dalam situasi darurat. Melalui edukasi ini, kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa pangan sehat, bergizi, aman, dan tersedia secara berkelanjutan merupakan bagian penting dari upaya melindungi kesehatan keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman tentang gizi seimbang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat bencana terjadi. Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia, memilih makanan sesuai kebutuhan, serta membiasakan pola hidup bersih dan sehat.
Ia berharap pengetahuan yang disampaikan dapat membantu keluarga mengambil langkah sederhana untuk menjaga kecukupan gizi dan keamanan pangan, baik dalam kondisi normal maupun ketika menghadapi keadaan darurat.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini disebut menjadi bagian dari pembelajaran langsung di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, promosi kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bekal menjalankan profesi keperawatan.
Rahmi menambahkan, peran perawat tidak terbatas pada pelayanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga mencakup upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan.
Masyarakat Gampong Tijue menyambut positif kegiatan tersebut. Edukasi yang diberikan dinilai bermanfaat karena menghadirkan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga, terutama dalam memilih makanan bergizi dan mempersiapkan kebutuhan pangan saat terjadi bencana.