BERITA TERKINI
Dokter Boyke Jelaskan Alasan Kondom Memiliki Beragam Varian Rasa

Dokter Boyke Jelaskan Alasan Kondom Memiliki Beragam Varian Rasa

Pembahasan soal kondom dengan berbagai varian rasa ramai diperbincangkan di media sosial Twitter setelah sebuah unggahan yang mempertanyakan tujuan kondom berasa menjadi viral. Unggahan tersebut dibagikan pada Senin (13/3/2023) dan memicu beragam respons warganet, mulai dari jawaban serius hingga candaan.

Sejumlah pengguna media sosial menilai kondom beraroma atau berasa ditujukan untuk penggunaan saat seks oral, antara lain untuk membantu mencegah penularan infeksi menular seksual. Ada pula yang berpendapat kondom berasa diproduksi agar lebih nyaman digunakan karena dapat mengurangi bau yang dianggap kurang sedap. Di sisi lain, muncul komentar yang menyebut kondom berasa sebaiknya hanya dipakai untuk oral karena dikhawatirkan memicu infeksi atau iritasi jika digunakan pada hubungan seksual melalui alat kelamin.

Menanggapi perbincangan itu, dokter spesialis kandungan sekaligus seksolog Boyke Dian Nugraha menjelaskan bahwa kondom sengaja dibuat dengan variasi rasa untuk menambah kenikmatan saat berhubungan seksual, termasuk ketika melakukan seks oral. Menurut Boyke, penggunaan kondom juga membuat hubungan seksual lebih aman, terutama jika pasangan diragukan memiliki penyakit kelamin.

Boyke menambahkan, rasa pada kondom tidak sama seperti rasa yang ditangkap mulut, melainkan lebih berupa aroma dari kondom tersebut. Terkait anggapan bahwa kondom berasa sebaiknya hanya untuk oral, Boyke menyatakan kondom beraroma tetap boleh digunakan untuk hubungan seksual dan pada dasarnya hampir sama dengan kondom biasa.

Penjelasan lain disampaikan dokter spesialis obstetri dan ginekologi di RSIA Anugerah Semarang, Indra Adi Susianto. Ia mengatakan kondom rasa dapat menutupi bau asli kondom, karena biasanya dibuat dari bahan sintetis non-lateks untuk menghindari bau lateks yang khas.

Selain menutupi bau kondom, Indra menyebut aroma pada kondom juga dapat membantu menutupi bau alat kelamin saat berhubungan seksual sehingga aktivitas seksual terasa lebih menyenangkan dan nyaman bagi kedua pasangan.

Indra juga menekankan bahwa penggunaan kondom dapat mengurangi risiko tertular Penyakit Menular Seksual (PMS), Infeksi Menular Seksual (IMS), dan Infeksi Saluran Kencing (ISK) saat melakukan cunnilingus (seks oral ke vagina) maupun anilingus (seks oral ke anus). Ia menyebut beberapa penyakit yang dapat menular melalui seks oral, antara lain sifilis, gonore, dan infeksi usus. Sementara anilingus dapat menularkan hepatitis A dan B, serta parasit usus seperti Giardia dan bakteri seperti E.coli dan Shigella.

Sejalan dengan Boyke, Indra menyatakan kondom beraroma dapat digunakan dalam hubungan seksual. Ia menegaskan kondom pada dasarnya adalah alat kontrasepsi. Jika kondom hanya dipakai untuk oral, fungsi kontrasepsi tidak berjalan sehingga tetap ada kemungkinan kehamilan ketika berlanjut ke hubungan seksual tanpa pengaman.