Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) melakukan penyiraman jalan untuk mengatasi debu tebal yang mengganggu aktivitas warga. Debu tersebut muncul dari sisa lumpur dan material pascabanjir bandang serta tanah longsor yang mengering dalam beberapa pekan terakhir karena musim kemarau.
Kepala DLH Tapteng Erniwati Batubara, Minggu (25/1/2025), menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi pada masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan pascabencana. Sejumlah ruas jalan masih menyisakan bekas tanah longsor dan lumpur yang telah mengering.
Menurut Erniwati, debu dari sisa lumpur itu dikhawatirkan berdampak pada kesehatan, seperti memicu alergi, iritasi pernapasan (batuk, pilek, sesak napas), iritasi mata, serta mengganggu pandangan saat berkendara.
Penyiraman dilakukan di sepanjang jalan, baik pada jalur menuju Kecamatan Tukka maupun di sekitar Kota Pandan sebagai ibu kota Kabupaten Tapteng. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi Damkar Tapteng, BPBD Tapteng, Dinas PUPR Tapteng, dan DLH Tapteng.
Erniwati menambahkan, penyiraman tersebut akan menjadi agenda rutin yang direncanakan berlangsung tiga kali sehari hingga kondisi debu dapat teratasi.

