BERITA TERKINI
Dirut RS Budi Setia Langowan: Kesehatan Pemuda Jadi Kunci Produktivitas Menuju Indonesia Emas 2045

Dirut RS Budi Setia Langowan: Kesehatan Pemuda Jadi Kunci Produktivitas Menuju Indonesia Emas 2045

MANADO — Direktur Utama Rumah Sakit Budi Setia Langowan, Manado, dr James Komaling menilai pemuda yang sehat menjadi kunci produktivitas dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Menurut James, kesehatan tidak semata-mata berarti tidak sakit, melainkan juga kemampuan untuk belajar, bekerja, berkarya, dan berkontribusi secara optimal. Ia menyampaikan hal itu di Manado, Rabu.

Ia menjelaskan, pemuda dengan gizi seimbang, aktivitas fisik rutin, tidur cukup, kesehatan mental yang terjaga, serta lingkungan yang bersih dinilai sebagai fondasi penting agar memiliki daya tahan tubuh dan konsentrasi yang lebih baik.

James menekankan bahwa investasi kesehatan pada pemuda merupakan investasi bagi bonus demografi dan daya saing bangsa. Ia menyebut pemuda yang sehat cenderung lebih sedikit absen, lebih produktif, serta memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit tidak menular pada masa mendatang.

Namun, ia menambahkan peran pemuda tidak berhenti pada menjaga kesehatan diri. Pemuda juga didorong menjadi agen perubahan di berbagai bidang, seperti pendidikan, ekonomi kreatif, literasi digital, lingkungan, sosial budaya, serta politik yang sehat.

Ia mendorong pemuda menjadi penggerak gaya hidup sehat, relawan kesehatan, edukator gizi dan kesehatan mental, serta penggerak olahraga dan kegiatan positif di masyarakat.

Selain itu, James menilai literasi digital penting agar pemuda tidak mudah terpapar hoaks kesehatan, judi online, dan konten negatif. Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan keterampilan, kewirausahaan, sikap toleran, serta upaya menjaga persatuan untuk memperkuat karakter generasi muda.

Karena itu, ia mengatakan semangat Sumpah Pemuda perlu didukung dengan akses layanan kesehatan, ruang berekspresi, pendidikan, dan kesempatan berkarya. Dengan dukungan tersebut, pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penerima perubahan, tetapi menjadi penggerak utama terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.