Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel memperkuat koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas pelayanan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan reproduksi. Penguatan koordinasi tersebut dilakukan melalui kegiatan koordinasi implementasi jejaring dan supervisi fasilitatif.
Kegiatan ini diikuti 55 peserta yang berasal dari unsur lintas sektor, organisasi terkait, pemerintah distrik, pemerintah kampung, serta tenaga kesehatan. Ketua panitia yang juga Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Boven Digoel, Maria Lepong, mengatakan kegiatan tersebut menjadi upaya menyatukan pemahaman sekaligus memperkuat kerja sama dalam pelaksanaan program kesehatan.
Maria menjelaskan, koordinasi diperlukan agar setiap unsur memahami peran dan tanggung jawab masing-masing. Hal ini dinilai penting untuk mendukung pelayanan kesehatan yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesepahaman dan komitmen bersama dalam memperkuat jejaring pelayanan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan reproduksi,” kata Maria, Kamis, 22 Oktober 2026.
Menurut Maria, melalui kegiatan tersebut diharapkan berbagai permasalahan dan kebutuhan dalam pelaksanaan program kesehatan, baik di tingkat kabupaten, puskesmas, maupun jejaring pelayanan, dapat diidentifikasi untuk kemudian ditindaklanjuti. Selain itu, koordinasi lintas program dan lintas sektor juga diharapkan mendorong penyelesaian kendala pelayanan.
Dengan koordinasi yang lebih kuat, efektivitas pelaksanaan program kesehatan sesuai kebutuhan wilayah diharapkan lebih mudah dicapai. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel melalui Bidang Kesehatan Masyarakat pada Tahun Anggaran 2026.
Melalui penguatan koordinasi tersebut, Dinas Kesehatan berharap kualitas pelayanan kepada ibu dan anak, pemenuhan kebutuhan gizi, serta pelayanan kesehatan reproduksi dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.