BERITA TERKINI
Dinkes Bengkulu Selatan Gencarkan Gerakan Masyarakat untuk Cegah Stunting pada 2026

Dinkes Bengkulu Selatan Gencarkan Gerakan Masyarakat untuk Cegah Stunting pada 2026

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Selatan terus mengampanyekan penggerakan masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting pada 2026. Kampanye ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya pemenuhan gizi, akses pelayanan kesehatan, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat demi mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.

Kepala Dinkes Bengkulu Selatan, Didi Ruslan, mengatakan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, keluarga, hingga komunitas masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar upaya pencegahan dapat berjalan berkelanjutan dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Penggerakan masyarakat dalam pencegahan stunting dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Yang melibatkan edukasi gizi, pelayanan kesehatan, serta partisipasi aktif keluarga dan komunitas,” ujar Didi Ruslan, Rabu, 14 Oktober 2026.

Salah satu fokus utama kampanye ini adalah pemenuhan gizi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada masa ini, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga didorong memahami pentingnya asupan gizi seimbang.

Selain itu, pencegahan anemia pada remaja putri dan calon ibu juga menjadi perhatian melalui edukasi kesehatan serta konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran tenaga kesehatan. Dinkes juga mendorong peningkatan konsumsi protein hewani, seperti telur, ikan, dan daging, bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita sesuai kebutuhan gizinya.

Upaya pencegahan turut diperkuat melalui pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin, termasuk penimbangan bulanan di Posyandu. Dengan pemantauan berkala, pertumbuhan anak dapat dievaluasi dan risiko gangguan pertumbuhan diharapkan dapat diketahui lebih dini untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Di luar aspek gizi, sanitasi dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting. Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan air bersih, membiasakan cuci tangan dengan sabun, serta memastikan lingkungan tempat tinggal tetap sehat guna mengurangi risiko infeksi dan penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan anak.

“Pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga dan masyarakat. Melalui pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, kita berharap dapat mewujudkan generasi Bengkulu Selatan yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” katanya.

Melalui kampanye penggerakan masyarakat pada 2026, Dinkes Bengkulu Selatan berharap kesadaran dan partisipasi warga dalam pencegahan stunting semakin meningkat. Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan keluarga diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sejak dini demi mendukung tumbuh kembang anak serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bengkulu Selatan.