BERITA TERKINI
Dinkes Bengkalis Dorong Pencegahan Stunting Sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Dinkes Bengkalis Dorong Pencegahan Stunting Sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis mengajak keluarga dan masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, penyediaan makanan bergizi seimbang, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kampanye Gerakan Cegah Stunting bertema “Anak Sehat, Generasi Hebat, Indonesia Kuat” yang digelar di halaman Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Senggoro, Jalan Panglima Minal, Kamis (22/10/26). Kegiatan ini menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat agar anak dapat tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Kepala Dinkes Bengkalis Ermanto, SKM, MKM, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Yessica Vebrina, SKM, MKM, didampingi Ketua Pelaksana Agustina, SKM, MKM, menyampaikan bahwa stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat menghambat pertumbuhan fisik anak akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang.

Menurut Yessica, stunting tidak hanya ditandai dengan tubuh anak yang lebih pendek dibandingkan teman seusianya, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan kecerdasan, daya tahan tubuh, dan kualitas hidup anak pada masa mendatang. Karena itu, pencegahan stunting perlu dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, atau dikenal sebagai 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Ia menjelaskan, ibu hamil perlu menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan, melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, mencukupi waktu istirahat, serta menghindari rokok dan alkohol. Pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan juga dianjurkan untuk memantau kondisi ibu dan perkembangan janin serta mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini.

Untuk ibu yang memiliki bayi, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama disebut sebagai salah satu langkah penting dalam mencegah stunting. Setelah bayi berusia enam bulan, ASI dilanjutkan hingga usia dua tahun dengan disertai makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, beragam, dan sesuai kebutuhan anak, terutama yang mengandung protein hewani.

Selain pemenuhan gizi, orang tua diimbau membawa anak ke Posyandu setiap bulan untuk memantau berat badan dan tinggi badan, sekaligus mendeteksi lebih dini kemungkinan gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Yessica menegaskan, pencegahan stunting memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari orang tua, suami, keluarga, kader kesehatan, Posyandu, hingga Puskesmas.

Dalam kampanye tersebut, masyarakat juga diingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Senggoro, Arhalifi, berharap seluruh keluarga berperan aktif dalam pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, penyediaan makanan bergizi seimbang, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Ia juga mengajak warga memanfaatkan layanan Posyandu sebagai sarana pelayanan kesehatan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti sedikitnya 100 ibu-ibu dan balita, serta sejumlah ibu hamil. Acara turut dihadiri Kepala UPT Puskesmas Bengkalis dr. Rima Budiarti dan menghadirkan narasumber dari Puskesmas Bengkalis.