Keputusan beralih profesi menjadi titik awal perjalanan Elisie Paulina Teuf, S.T., yang akrab disapa Elsi, dalam merintis usaha kuliner mandiri. Ia memilih berhenti dari pekerjaannya di konsultan teknik pada 2020, lalu mendirikan Dapur Krisella dari rumah pada 2021 dengan bekal niat dan hobi memasak.
Dalam wawancara bersama Pro 2 RRI Kupang pada Minggu, 30 Agustus 2026, Elsi menceritakan ia memulai langkahnya dari resep yang sudah dimiliki. Berbagai kue ia buat dan dibagikan kepada keluarga untuk memperoleh tanggapan, sebelum akhirnya memberanikan diri menjual produknya. “Waktu 2020 saya berhenti bekerja di konsultan dan sudah ada niat dalam hati untuk berbisnis, lalu di tahun 2021 saya mencoba dari resep yang ada untuk membuat kue,” ujarnya.
Elsi memilih memulai usaha rumahan dari skala kecil sebagai strategi memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Produk pertama yang ditawarkan adalah Tart Susu, kue khas Nusa Tenggara Timur. Penjualan awal dilakukan dengan sistem open order melalui media sosial untuk membangun basis pelanggan. “Kue yang saya buat awalnya Tart Susu, jajanan khas orang NTT yang semua orang suka, lalu saya coba jual lewat grup Facebook,” katanya.
Seiring meningkatnya permintaan, ragam produk Dapur Krisella berkembang. Selain tart susu, Elsi menghadirkan aneka tart, pai, puding, roti, kue kering, hingga minuman. Ia juga membuat varian khusus seperti lapis legit serta kreasi kue klepon dalam bentuk roll cake untuk memenuhi pesanan pelanggan. “Kuenya untuk saat ini tidak hanya satu varian saja, ada tart, pai, puding, roti-rotian, kue kering, bahkan kreasi kue klepon dalam bentuk roll cake,” ucapnya.
Dalam pengembangan resep, Elsi menggabungkan referensi dari internet dengan racikan formula sendiri untuk membangun karakter rasa. Ia menekankan pentingnya konsistensi kualitas melalui penakaran bahan yang presisi pada setiap proses produksi. “Walaupun melihat dari internet, saya racik adonan sendiri supaya rasa lebih enak, dan takaran ukurannya tetap sama agar rasanya konsisten,” katanya.
Selain rasa dan variasi menu, aspek tampilan visual dan kemasan juga menjadi perhatian. Menurut Elsi, kemasan yang rapi dan menarik dapat menambah nilai produk serta memikat pembeli, termasuk untuk pesanan instansi dan paket hampers hari raya. “Saya mengemas produk dengan kemasan yang bagus dan cantik karena pelanggan juga melihat penampilan kemasan yang rapi,” ucapnya.
Di tengah peran sebagai ibu rumah tangga, Elsi menyebut kedisiplinan dalam mengatur waktu menjadi kebutuhan utama agar usaha tetap berjalan. Ia menerapkan sistem pre-order (PO) untuk menekan risiko kerugian bahan baku sekaligus menjaga efisiensi kerja. “Sebagai ibu rumah tangga, saya membuat jadwal yang disiplin dan menentukan prioritas agar bisa membagi waktu antara bisnis dan rumah tangga,” katanya.
Elsi menilai perjalanan merintis usaha dari rumah menunjukkan bahwa keterbatasan tempat bukan halangan untuk berkembang dan membangun kepercayaan pasar. Ia pun menutup dengan pesan agar tidak ragu memulai dari langkah kecil. “Jangan takut untuk memulai. Mulailah dari yang kecil karena dari yang kecil itu merupakan awal dari pencapaian yang besar,” ujarnya.