Clapham Conference kembali digelar pada 2025 dengan fokus pada industri food and beverage (F&B). Founder of Clapham Company, Christopher Angkasa, mengatakan konferensi ini telah berlangsung sembilan kali sejak 2016 dan kian menjadi ruang strategis bagi komunitas bisnis di Medan.
Menurut Christopher, Clapham Conference dirancang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi. Ia menyebut antusiasme peserta dari tahun ke tahun menjadi dorongan untuk terus menghadirkan konferensi yang relevan dan berdampak.
Ia menjelaskan, topik Clapham Conference dapat berkembang mengikuti perjalanan bisnis yang dibangun sejak awal, termasuk setelah pandemi ketika semakin masuk ke dunia bisnis. Untuk tahun ini, fokus diarahkan ke sektor F&B.
Christopher menilai benang merah konferensi tetap sama, yakni keinginan untuk berbuat sesuatu melalui acara yang mempertemukan orang-orang dalam ruang diskusi dan saling menginspirasi. Ia menyebut fokus pada F&B dipilih karena perjalanan bisnis mereka turut membawa ke sektor tersebut, sekaligus melihat potensi F&B untuk mendorong Kota Medan menjadi lebih baik.
Ia juga berpendapat bahwa kualitas sebuah kota turut dinilai dari kuatnya dunia kuliner. Karena itu, ia percaya konferensi bertema F&B ini dapat menjadi wadah bagi Medan untuk berkembang melalui kehadiran inovator dan pelaku industri kuliner.
Dalam pembukaan acara, Christopher menyinggung perubahan tren di era media sosial dan meningkatnya minat traveling. Ia menilai Medan seharusnya bisa berada di garis depan dalam memanfaatkan tren tersebut, namun kenyataannya justru dinilai “menghilang dari radar”.
Christopher menambahkan, meski Medan bukan salah satu destinasi yang banyak dicari di dunia, ia menyebut ada ahli kuliner yang mengatakan Medan merupakan kota kuliner terbaik di dunia. Ia mempertanyakan sejumlah faktor yang membuat reputasi itu meredup, padahal menurutnya Medan memiliki kuliner yang kuat.
Clapham Conference 2025 menghadirkan pembicara dari Medan, luar Medan seperti Jakarta, hingga dari luar negeri, termasuk Singapura dan Malaysia.
Ke depan, Christopher menargetkan Clapham Conference sebagai kegiatan rutin yang terus menginspirasi, membuka wawasan, serta mendorong kolaborasi. Melalui konferensi ini, ia berharap semakin banyak pelaku industri F&B mampu memanfaatkan teknologi dan kerja sama untuk bertumbuh secara berkelanjutan.
Clapham Collective sendiri merupakan coworking space di Medan yang menjadi rumah bagi komunitas bisnis dan kreatif. Melalui berbagai program dan acara, Clapham Collective menyatakan komitmennya untuk memberdayakan wirausaha serta pemimpin masa depan di Medan dan sekitarnya. Clapham Conference 2025 disebut sebagai kesempatan bagi pelaku F&B dan profesional lintas industri untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring, dan menemukan inspirasi baru.

