Usaha food and beverage di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, terus bertumbuh seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di ibu kota provinsi tersebut. Berbagai jenis bisnis kuliner—mulai dari restoran, kafe, bar, coffee shop hingga katering—kian banyak bermunculan dan menjadi salah satu sektor yang dilirik pelaku usaha.
Di tengah persaingan itu, Cafe Moungga yang berlokasi di kawasan Syech Yusuf, Mandonga, Kendari, disebut tetap bertahan setelah berdiri lebih dari lima tahun. Kafe ini menyajikan beragam menu, dari makanan berat, kuliner ringan, kudapan tradisional hingga dessert, dan ramai dikunjungi, terutama pada jam-jam kerja.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menceritakan, sebelum menjadi kafe, tempat tersebut merupakan kantor layanan travel miliknya. Dari usaha travel itu, ia kemudian melakukan ekspansi ke sektor kuliner yang kini dikenal sebagai Cafe Moungga.
Siska mengatakan merintis usaha kuliner dari awal bukan perkara mudah, terutama terkait akses permodalan. Ia mengaku terbantu oleh kemudahan fasilitas kredit usaha dari CIMB Niaga. Menurut Siska, saat itu pengajuan kredit ke sejumlah bank sempat mengalami kendala karena persyaratan yang dinilai panjang, sementara CIMB Niaga memberikan proses yang lebih mudah.
“Waktu itu saya belum jadi Wali Kota. Banyak bank yang menolak, syaratnya panjang,” ujar Siska.
Pengalaman tersebut disampaikan Siska dalam audiensi bersama Head of Region Indonesia Timur dan Bali Nusra CIMB Niaga, Ahmad S. Ilham, didampingi Branch Manager CIMB Niaga Kendari La Ode M. Zardin, pada Selasa (15/4/2025). Dalam pertemuan itu, Siska menegaskan pengalamannya sebagai nasabah CIMB Niaga terjadi jauh sebelum ia menjabat Wali Kota Kendari.
“Saya punya pengalaman jadi nasabah CIMB Niaga waktu pertama merintis usaha. Belum jadi wali kota. Dulu pengajuan ke bank lain ditolak, tapi di CIMB Niaga justru dibantu dengan cepat. Benar-benar diberi kemudahan akses modal usaha,” ungkapnya.
Siska menilai dunia usaha dan perbankan saling berkaitan dalam membuka akses modal. Di satu sisi, pelaku usaha membutuhkan pembiayaan untuk memulai dan mengembangkan bisnis. Di sisi lain, perbankan menjalankan peran strategis dalam menyediakan permodalan yang sehat dan terukur. Ia juga menilai kolaborasi keduanya penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui sektor UMKM.
Mewakili CIMB Niaga, Ahmad S. Ilham menyampaikan apresiasi atas sambutan dan masukan dari Wali Kota Kendari. Ia menyebut pihaknya akan menindaklanjuti masukan yang disampaikan dan berharap sinergi dapat memberi kontribusi positif bagi pembangunan di Kendari.
“Kami berterima kasih atas sambutan hangat dan masukan dari Ibu Wali Kota. Tentu CIMB Niaga akan menindaklanjuti beberapa masukan yang telah disampaikan. Kami berharap sinergi dan kolaborasi ini bisa memberi kontribusi positif bagi pembangunan di Kota Kendari,” kata Ilham.
Ilham juga menegaskan komitmen CIMB Niaga untuk terus mendukung investasi melalui kemudahan akses modal bagi UMKM. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta terbesar kedua di Indonesia yang telah lama berekspansi di Kendari dengan berbagai layanan dan inovasi produk finansial, terutama untuk mendukung ekosistem bisnis.
Sementara itu, Siska menyatakan Pemerintah Kota Kendari membuka peluang kemitraan kolaboratif dengan CIMB Niaga untuk mendukung kebijakan pembangunan serta mendorong kemajuan UMKM. Menurutnya, geliat bisnis tidak hanya terkait investasi, tetapi juga berkaitan dengan upaya menciptakan peluang kerja baru melalui penguatan UMKM yang ditopang bersama oleh perbankan.

