Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen menekankan pentingnya pemenuhan gizi dan pola asuh sejak masa kehamilan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai langkah pencegahan stunting. Hal itu disampaikan saat peluncuran Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di RSUD dr. Hendrikus Fernandez, Larantuka, Rabu, 21 Oktober 2026.
Menurut Doni Dihen, periode 1.000 HPK merupakan fondasi penting bagi perkembangan kecerdasan, kesehatan fisik, serta masa depan anak. Karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi perlu berjalan seiring dengan pola pengasuhan yang tepat di lingkungan keluarga.
Ia menyebut intervensi gizi seperti pemberian makanan bergizi, telur, dan susu, serta perbaikan pola asuh, sangat menentukan pertumbuhan anak. Doni Dihen juga menyampaikan harapan agar anak-anak Flores Timur dapat tumbuh sehat dan unggul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Program Genting menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperkuat dukungan pemenuhan gizi bagi anak yang mengalami stunting. Pada peluncuran perdana, sebanyak 24 anak di Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga, menerima paket bantuan nutrisi.
Kepala Dinas P2KBP3A Flores Timur, Anselmus Yohanes Maryanto, mengatakan program Genting mencakup pemberian nutrisi, edukasi gizi, sanitasi, serta penyediaan air bersih. Ia berharap semakin banyak orang tua asuh terlibat agar program dapat menjangkau desa-desa lain dengan angka stunting tinggi.
Pemerintah daerah juga mengajak keluarga dan masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi dan pengasuhan yang baik. Upaya ini diharapkan membantu anak-anak Flores Timur tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.