PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyatakan proses pembukaan cabang di Arab Saudi masih berjalan. Kehadiran cabang tersebut ditargetkan dapat mempermudah berbagai kebutuhan jemaah haji dan umrah, sekaligus melayani pekerja migran Indonesia (PMI) yang berada di negara tersebut.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, sejumlah kota yang menjadi rencana lokasi pembentukan cabang BSI di Arab Saudi meliputi Makkah, Madinah, dan Jeddah. Menurut dia, langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia yang memiliki urusan terkait haji maupun umrah selama berada di Arab Saudi, termasuk para migran.
“Maka insyaallah orang kalau ada urusan terkait apa pun urusan haji maupun umrah selama dia berada atau para migran kita di sana itu insyaallah bisa kami mudahkan,” kata Anton saat peluncuran tabungan haji berhadiah umrah di kantor pusat BSI, Jakarta Selatan, Rabu (13/8).
Anton juga menilai keberadaan cabang di Arab Saudi dapat mendukung keamanan arus devisa yang dihasilkan di sana agar kembali ke Indonesia. “Sehingga semua devisa yang dihasilkan di sana dan segala macamnya bisa kembali ke Indonesia dengan jauh lebih aman,” ujarnya.
Terkait waktu operasional, Anton menargetkan cabang BSI di Arab Saudi dapat dibuka sesegera mungkin. “As soon as possible kalau bisa, gitu ya,” kata dia.
Sebelumnya, BSI disebut terus mematangkan rencana ekspansi internasional tersebut. Hingga kini, BSI telah mengantongi izin prinsip dan tengah memproses tahapan perizinan lanjutan kepada otoritas investasi Saudi. Selain itu, BSI juga menjalani proses perizinan kepada otoritas keuangan Arab Saudi, Saudi Arabian Monetary Authority (SAMA).
Dari sisi perizinan dalam negeri, BSI telah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendukung rencana pembukaan cabang di Arab Saudi.

