Sebuah video di media sosial TikTok memunculkan klaim bahwa tabungan di rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) dapat dibobol tanpa memerlukan data rahasia nasabah, seperti kata sandi internet banking, PIN, maupun One Time Password (OTP). Klaim itu diunggah akun @laidiaalthof dan menyebut data nasabah disebut “mudah keluar” tanpa pemberian kode atau pengisian data diri.
Dalam video berdurasi sekitar satu menit tersebut, pengunggah menyatakan pembobolan dilakukan melalui tautan atau link yang dikirimkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia mengatakan, ketika tautan itu diklik, dana tabungan nasabah bisa langsung terkuras. Melalui video itu pula, ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan menunggu bentuk pelayanan serta pertanggungjawaban BRI.
Menanggapi klaim tersebut, Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Aestika Oryza Gunarto, menyatakan informasi itu tidak benar. Ia menegaskan pencurian atau pembobolan dana tabungan oleh pelaku penipuan tidak dapat dilakukan selama data perbankan yang bersifat rahasia—seperti user, password internet banking, PIN, OTP, dan data lainnya—tidak diinformasikan kepada pihak lain.
BRI kemudian mengimbau nasabah untuk tidak membagikan kerahasiaan data pribadi maupun data perbankan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengatasnamakan BRI melalui tautan, website, atau pesan singkat dari sumber tidak resmi. Aestika juga mengingatkan nasabah agar tidak membuka tautan dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Aestika, BRI dipastikan tidak membuka kanal atau channel di aplikasi pesan singkat. Karena itu, nasabah diminta tidak mengakses link dan tidak memberikan data pribadi maupun data perbankan kepada pihak yang mengaku dari BRI melalui saluran tersebut.
Selain itu, nasabah juga diimbau tidak memberikan data pribadi dan data perbankan secara lisan apabila pelaku penipuan menghubungi melalui telepon. Aestika menyebut modus penipuan digital semakin beragam.
BRI juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarang memasang atau menginstal aplikasi. Data atau informasi nasabah berisiko dicuri apabila aplikasi dipasang dari sumber tidak resmi yang dikirimkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Untuk meningkatkan kewaspadaan, nasabah disarankan mengaktifkan notifikasi transaksi melalui SMS atau email. Jika menemukan transaksi mencurigakan, nasabah diminta segera menghubungi kontak resmi BRI di nomor 14017 atau 1500017.
Aestika menyampaikan media komunikasi BRI hanya melalui website resmi dan media sosial resmi yang sudah terverifikasi. Kanal resmi yang disebutkan antara lain website www.bri.co.id; Instagram @bankbri_id; Twitter bankbri_id, kontak bri, dan promo_bri; Facebook Bank BRI; serta YouTube Bank BRI.
BRI menyatakan akan terus mengedukasi nasabah agar aman bertransaksi, baik secara langsung maupun melalui kanal komunikasi resmi dan media massa. Terkait pengelolaan data, Aestika mengatakan BRI telah mendapatkan sertifikasi internasional ISO 27001 dan berkomitmen menjaga keamanan data nasabah sesuai standar keamanan internasional.

