BERITA TERKINI
Bisnis Kuliner di Jombang Tumbuh Pesat, Bapenda Optimalkan Pajak Kafe dan Restoran

Bisnis Kuliner di Jombang Tumbuh Pesat, Bapenda Optimalkan Pajak Kafe dan Restoran

Pertumbuhan usaha kuliner di Kabupaten Jombang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kafe, restoran, hingga tempat nongkrong baru bermunculan di berbagai sudut kota, yang dinilai membuka peluang untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) melalui pajak restoran dan sektor food and beverage (F&B).

Melihat potensi tersebut, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jombang mengintensifkan pendekatan kepada para pelaku usaha kuliner. Upaya ini dilakukan melalui pola persuasif, bukan penindakan, agar pelaku usaha tetap nyaman menjalankan bisnisnya sekaligus memenuhi kewajiban pajak.

Kepala Bapenda Jombang, Solahuddin Hadi Sucipto, mengatakan bertambahnya jumlah kafe dan restoran menjadi sektor yang menjanjikan untuk meningkatkan PAD. “Sekarang cafe dan restoran di Jombang semakin banyak. Ini menjadi potensi PAD yang cukup besar,” ujarnya.

Menurut Solahuddin, pendekatan humanis dipilih agar optimalisasi pendapatan daerah dapat berjalan tanpa menghambat perkembangan usaha masyarakat. Ia berharap komunikasi yang baik dapat mendorong meningkatnya kesadaran pajak di kalangan pelaku usaha.

“Yang kami lakukan pendekatan secara persuasif. Sehingga PAD bisa didapat, tetapi usaha mereka juga tetap berjalan dengan baik,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan pencapaian target penerimaan tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah. Solahuddin menyebut kepatuhan pemilik usaha untuk memenuhi kewajiban pajak sesuai peraturan daerah juga menjadi faktor penentu.

“Perlu ada kesadaran dari pemilik usaha untuk taat membayar pajak sesuai perda yang berlaku di Kabupaten Jombang,” pungkasnya.