BERITA TERKINI
BGN Perkuat Program Makan Bergizi Gratis di Pesantren, Tekankan Asupan Nutrisi Seimbang untuk Santri

BGN Perkuat Program Makan Bergizi Gratis di Pesantren, Tekankan Asupan Nutrisi Seimbang untuk Santri

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan pesantren tidak sekadar berorientasi pada penyediaan makanan bagi santri. Program ini dirancang untuk memastikan peserta didik memperoleh asupan nutrisi seimbang yang mendukung kesehatan dan pertumbuhan.

Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Mariman Darto, menyampaikan bahwa makanan yang disediakan melalui MBG harus memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat. Komposisinya mencakup karbohidrat, protein nabati dan hewani, serat, sayuran, serta buah-buahan.

“Kalau hanya memberi makan, Kiai Izzat (Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom) dan Kiai Anang (Sekretaris Jenderal Forum Pesantren Alumni Gontor) sudah terbiasa. Tetapi ketika makanan itu harus bergizi, pasti ada serat, sayur-mayur, buah-buahan, karbohidrat, juga protein nabati dan hewani,” kata Mariman dalam keterangannya pada agenda Silaturahmi Keluarga Besar dan Apel Tahunan Pondok Pesantren Baitul Arqom di Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (28/10/2026).

Mariman juga menyebut program MBG telah menjangkau lebih dari 57 juta penerima manfaat, dengan dukungan puluhan ribu SPPG pemenuhan gizi di berbagai daerah.

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi karena menjadi tempat belajar dan pembinaan bagi para santri. Kolaborasi antara pemerintah dan pengelola pesantren diharapkan dapat memastikan penyediaan makanan bergizi berjalan seiring dengan kegiatan pendidikan.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom, KH Izzat Fahd, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program MBG. Ia menilai program tersebut bermanfaat bagi peserta didik dari beragam latar belakang ekonomi keluarga.

“Kami berterima kasih karena anak-anak kami mendapatkan makanan bergizi. Di antara mereka ada anak-anak yatim, anak-anak petani, dan anak-anak pedagang,” kata Izzat.

Ia menambahkan, pemenuhan kebutuhan gizi merupakan bentuk perhatian terhadap kesejahteraan santri tanpa mengesampingkan pentingnya akses pendidikan yang terjangkau. Pihaknya, kata dia, berkomitmen mempertahankan sistem pendidikan yang terbuka bagi berbagai lapisan masyarakat dengan tetap menjaga kualitas pembelajaran.

“Alhamdulillah, hingga usia 68 tahun ini, kami mohon doa agar Pondok Pesantren Baitul Arqom senantiasa dapat memberikan sumbangsih. Dan semangat perjuangan kepada anak-anak dalam pendidikan, karena anak-anak inilah masa depan kita,” ujarnya.