Banyak orang merasa frustrasi karena berat badan tidak kunjung turun meski sudah menjalani diet ketat dan rutin berolahraga. Menurut dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik, kondisi ini tidak semata ditentukan oleh jumlah kalori yang masuk dan keluar, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh kesehatan usus.
Dalam penjelasannya, dr. Diana menyebut usus memiliki peran penting dalam mengatur metabolisme, rasa lapar, hingga penyimpanan lemak melalui triliunan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan, yang dikenal sebagai gut microbiome. Ia menyampaikan bahwa meski pola makan sudah dijaga dan olahraga dilakukan secara rutin, angka timbangan bisa saja sulit bergerak jika kesehatan usus tidak optimal.
dr. Diana menjelaskan, gut microbiome merupakan kumpulan mikroorganisme di saluran pencernaan. Sejumlah penelitian menunjukkan komposisi bakteri di dalam usus dapat memengaruhi rasa lapar, metabolisme, penyimpanan lemak, hingga respons tubuh terhadap insulin.
Ketika keseimbangan mikrobiota usus terganggu, dr. Diana mengatakan tubuh dapat lebih rentan mengalami peradangan kronis tingkat rendah. Kondisi ini juga dikaitkan dengan meningkatnya rasa lapar, keinginan mengonsumsi makanan manis (craving), menurunnya sensitivitas insulin, hingga kesulitan menurunkan berat badan.
Ia juga memaparkan beberapa ciri usus yang dinilai kurang sehat, antara lain sering kembung atau begah, buang air besar tidak teratur, mudah lapar dan craving makanan manis, berat badan sulit turun meski sudah diet dan olahraga, serta mudah lelah.

