Kota Batu kembali menggelar Batu Street Food Festival (BSFF) #8 pada 20–22 November 2025 di Balai Kota Among Tani. Ajang yang disebut sebagai salah satu event kuliner terbesar di Jawa Timur ini diposisikan sebagai bagian dari upaya memperkuat peluang Kota Batu masuk jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori Gastronomi dengan target tahun 2027.
BSFF #8 mengusung tema “Sae Ning Mbatu, Sae Ning Roso, Mbatu Ning Ati”. Festival ini menampilkan konsep yang memadukan sajian premium dari hotel dan restoran bintang lima dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga dapat diakses masyarakat dari berbagai kalangan.
Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, menyebut konsep tersebut sebagai bentuk komitmen menghadirkan “demokrasi rasa”. Menurutnya, masyarakat dapat menikmati karya terbaik para chef di Kota Batu. Ia juga menegaskan BSFF tidak hanya menjadi festival, tetapi turut berfungsi sebagai ruang uji rasa sekaligus sarana sosialisasi masakan khas Batu kepada publik yang lebih luas.
Di sisi lain, Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival ini terkait dengan persiapan menuju UCCN 2027. Ia menilai kuliner lokal menjadi salah satu kekuatan Kota Batu dalam upaya tersebut. Nurochman juga mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama menetapkan identitas kuliner Kota Batu.

