BERITA TERKINI
Alfamart Perkuat Pencegahan Stunting lewat Edukasi Gizi pada Hari Anak Nasional, Lengkapi Program Satu Telur Sehari

Alfamart Perkuat Pencegahan Stunting lewat Edukasi Gizi pada Hari Anak Nasional, Lengkapi Program Satu Telur Sehari

Alfamart memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan penanganan stunting melalui Program Satu Telur Sehari (STS) dengan menggelar kegiatan edukasi gizi bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional. Program STS merupakan upaya berkelanjutan perusahaan untuk membantu intervensi gizi anak sekaligus meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pola hidup sehat.

Secara nasional, Program Satu Telur Sehari telah memasuki tahun keempat. Pada pelaksanaan tahun 2026, program ini menargetkan 2.700 anak terindikasi stunting di 39 kabupaten/kota dengan penyaluran lebih dari 510.000 butir telur selama enam bulan.

Di Kabupaten Sumedang, program STS dilaksanakan di Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara, dengan melibatkan 35 anak. Dalam rangka Hari Anak Nasional, Alfamart juga mengadakan acara “Edukasi Gizi dan Pola Asuh” yang diikuti para ibu pada Selasa (21/07) di Kantor Desa Rancamulya.

Dalam sesi edukasi, Nutrisionis Puskesmas Kota Kaler, Sabila Gantini, menekankan pentingnya pemahaman keluarga tentang gizi seimbang agar intervensi gizi berjalan lebih optimal. Ia menjelaskan orang tua perlu memahami jenis makanan yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak, termasuk penerapan pola asuh yang tepat.

“Orang tua perlu diberikan pemahaman mengenai jenis makanan yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak agar gizinya seimbang, dan memberikan pengertian mengenai pola asuh. Pola asuh termasuk dari pola makan, serta kebiasaan makan yang benar,” kata Sabila.

Sabila menambahkan, kebiasaan makan anak yang tidak tepat dapat membuat kebutuhan gizi tidak terpenuhi secara optimal. Ia memberi contoh kebiasaan mengonsumsi camilan pada jam yang tidak dianjurkan dapat menyebabkan anak menolak makan pada waktu makan utama.

Selain materi edukasi, para ibu juga diajak berkreasi mengolah telur menjadi kudapan yang menarik dan bergizi. Kegiatan ini disampaikan langsung oleh PKK Desa Rancamulya sebagai bagian dari upaya menjaga minat anak mengonsumsi telur selama program berjalan.

Pengurus PKK Desa Rancamulya, Eni, menyebut bantuan STS dari Alfamart diberikan selama enam bulan sejak Mei. Menurutnya, durasi yang panjang membutuhkan kreativitas orang tua agar anak tetap lahap makan telur setiap hari.

“Karena dilaksanakan selama enam bulan bisa dikatakan cukup panjang. Agar anak-anak tetap mau makan telur maka dibutuhkan kreativitas para bunda agar anak-anak lahap makannya. Kali ini kami memasak secara langsung menu Puyunghai yang kandungan gizinya lengkap karena menggunakan protein dan sayur,” ujar Eni.

Eni juga mengatakan edukasi sekaligus menjadi sarana menjaga komunikasi dengan para ibu penerima bantuan. Bersama tim puskesmas, pihaknya memantau kondisi anak-anak penerima manfaat untuk melihat perkembangan tumbuh kembang mereka.

“Bersama dengan tim Pusksesmas kami tetap berkomunikasi dengan para ibu mengenai kondisi anak-anaknya agar bisa terpantau tumbuh kembangnya. Alhamdulillah setelah mendapatkan bantuan Satu Telur Sehari pertambahan berat badan anak-anak mencapai 72%,” ucapnya.

Program Satu Telur Sehari menyasar anak usia 1 hingga 3 tahun yang terdata terindikasi stunting berdasarkan pendataan bersama Dinas Kesehatan dan kader Posyandu di masing-masing daerah. Selama enam bulan pelaksanaan yang dimulai sejak Mei 2026, setiap anak menerima satu butir telur per hari. Penyaluran dilakukan secara periodik melalui Dinas Kesehatan maupun kader Posyandu setempat agar pendampingan terhadap penerima manfaat dapat berjalan berkelanjutan.

Dalam perkembangannya, jangkauan program disebut meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2022, Alfamart mendistribusikan 177.000 butir telur kepada 1.000 anak di 10 kabupaten/kota. Program berlanjut pada 2024 dengan penyaluran 103.000 butir telur kepada 591 anak di 12 kabupaten/kota. Setahun berikutnya, jangkauan diperluas menjadi 25 kabupaten/kota melalui distribusi 189.000 butir telur kepada 1.000 anak. Pada 2026, program mencapai pelaksanaan terbesar sejak pertama dijalankan dengan distribusi lebih dari 510.000 butir telur kepada 2.700 anak di 39 kabupaten/kota.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan Program Satu Telur Sehari terus dikembangkan berdasarkan evaluasi pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. “Program ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Perluasan ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas pihak mampu menghadirkan dampak yang semakin besar dalam mendukung upaya penurunan stunting di Indonesia,” ujar Rani.

Rani menambahkan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah telur yang disalurkan atau luas wilayah yang dijangkau, tetapi juga dari perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Berdasarkan monitoring internal tahun 2025, sekitar 72 persen anak penerima manfaat mengalami peningkatan berat badan sebagai salah satu indikator perbaikan status gizi.

Menurut Rani, intervensi gizi akan lebih optimal jika dibarengi peningkatan pengetahuan orang tua. Karena itu, program tidak hanya menyalurkan telur, tetapi juga menghadirkan edukasi langsung dari pihak terkait agar keluarga memahami pentingnya gizi seimbang, pola makan yang tepat, serta pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak.