Menaburkan garam dari jarak tinggi kerap dianggap sekadar gaya, terutama sejak aksi chef asal Turki Nusret Gökçe—yang dikenal dengan julukan “Salt Bae”—viral di media sosial. Namun, teknik ini disebut memiliki manfaat nyata dalam proses membumbui makanan, terutama untuk membantu rasa asin lebih merata di seluruh permukaan hidangan.
Garam merupakan bumbu dasar yang umum dipakai dalam berbagai metode memasak, mulai dari menggoreng, merebus, hingga membakar. Selain memperkuat rasa alami bahan makanan, cara pemberiannya juga bisa memengaruhi hasil akhir. Di dapur, garam bisa ditambahkan dengan beragam cara, misalnya memakai sendok takar, dituangkan langsung, atau ditaburkan dengan jari.
Fenomena “Salt Bae” membuat teknik menaburkan garam dari ketinggian semakin dikenal luas. Dalam aksinya, Nusret menaburkan garam dari posisi tangan yang terangkat tinggi, menciptakan efek visual dramatis saat penyajian steak. Di balik tampilan tersebut, sejumlah chef menyebut ada alasan praktis yang berkaitan dengan penyebaran garam.
Penjelasan serupa disampaikan melalui video akun TikTok @noflakeysalt yang menampilkan celebrity chef asal Amerika Serikat, Roice Bethel. Dalam video itu, Bethel memperagakan perbedaan hasil menaburkan garam dari jarak dekat dan dari ketinggian melalui eksperimen sederhana menggunakan talenan dan kertas.
Hasilnya, ketika garam ditaburkan dari jarak dekat, butiran garam cenderung jatuh dan menumpuk di satu area. Kondisi ini dapat membuat sebagian permukaan makanan terasa terlalu asin, sementara bagian lain kurang bumbu. Sebaliknya, saat garam dijatuhkan dari jarak lebih tinggi, sebarannya disebut menjadi lebih luas sehingga rasa asin lebih merata.
Bethel menjelaskan, menaburkan garam dari jarak dekat tidak memberi cukup waktu bagi garam untuk bergerak dan menyebar saat jatuh. “When you season things from really close, it doesn’t give you salt much time to move around,” ujarnya, yang berarti ketika membumbui dari jarak terlalu dekat, garam hanya memiliki sedikit waktu untuk menyebar.
Teknik menaburkan garam dari ketinggian juga dinilai memberi kontrol lebih baik bagi juru masak dalam mengatur distribusi bumbu. Dengan ruang jatuh yang lebih panjang, garam dapat turun secara lebih alami dan tidak terkonsentrasi pada satu titik, sehingga setiap bagian hidangan berpeluang mendapatkan bumbu secara lebih seimbang.
Di kalangan chef profesional, cara ini disebut dipakai bukan semata untuk estetika, melainkan untuk memaksimalkan rasa. Selain membantu pemerataan, teknik tersebut juga dianggap memudahkan pengaturan jumlah garam yang digunakan agar hasil akhir tidak berlebihan pada satu sisi dan hambar di sisi lain.
Perbincangan soal teknik ini ikut meningkat setelah video eksperimen dari akun @noflakeysalt menarik perhatian warganet dan dilaporkan meraih lebih dari 3,5 juta tayangan. Diskusi pun berkembang, termasuk soal cara membumbui yang dianggap paling efektif untuk menghasilkan rasa yang konsisten pada masakan.

