BERITA TERKINI
Aku Jeje Rilis “Lihat Kebunku (Taman Bunga)”, Versi Dewasa dari Lagu Anak yang Viral di Tren #MendewasakanLagu

Aku Jeje Rilis “Lihat Kebunku (Taman Bunga)”, Versi Dewasa dari Lagu Anak yang Viral di Tren #MendewasakanLagu

Penyanyi Aku Jeje resmi merilis lagu terbarunya berjudul “Lihat Kebunku (Taman Bunga)” pada Senin, 8 September 2025. Lagu ini hadir di tengah tren viral #MendewasakanLagu yang ramai di media sosial, yakni upaya menghadirkan kembali lagu anak-anak lawas dengan aransemen dan lirik yang lebih dewasa, emosional, serta sarat makna.

Karya tersebut berangkat dari tembang legendaris anak-anak “Lihat Kebunku” ciptaan Pak Kasur. Sebelumnya, Aku Jeje sempat mengunggah versinya menyanyikan lagu itu dengan aransemen pop melankolis yang penuh emosi. Unggahan tersebut kemudian viral dan memicu banyak warganet meminta agar versi lengkapnya dirilis.

Menjawab antusiasme itu, Aku Jeje menggandeng Heinriko Christiansen untuk menggarap aransemen resmi. Hasil akhirnya berupa balada yang menonjolkan nuansa perasaan, mengubah lagu sederhana menjadi kisah cinta tentang kehilangan dan keikhlasan.

Dalam siaran pers, Aku Jeje menjelaskan bahwa gagasan “mendewasakan” lagu anak muncul dari keresahannya sendiri. Ia menilai, saat memasuki fase hidup yang lebih dewasa, lagu-lagu yang dulu terdengar polos dapat dipahami melalui perspektif baru. “Awalnya hanya iseng menginterpretasi lagu anak-anak dengan nuansa yang lebih dewasa. Tapi ternyata responnya luar biasa. Banyak yang merasa relate dengan makna baru di balik liriknya. Jadi akhirnya kami putuskan untuk merilisnya secara resmi,” kata Aku Jeje.

Melalui judul lengkap “Lihat Kebunku (Taman Bunga)”, lagu ini menggunakan metafora taman bunga sebagai representasi cinta yang sederhana, namun menyimpan makna. Narasi liriknya menggambarkan perawatan dan harapan, lalu berujung pada kehilangan, keikhlasan, serta doa agar yang dicintai tetap “mekar” di tempat lain.

Berikut lirik lagu “Lihat Kebunku (Taman Bunga)” versi Aku Jeje:

Lihat kebunku
Tercipta sempurna
Sederhana
Satu yang kupunya

Setiap hari kusiram sendiri
Wahai.. melati
Kau cantik berseri

Sungguh kelabu
Kulukis indah rupamu
Oh sungguh layu
Harapanku kepadamu

Oh mengapa
Bunga di taman hatiku hanya satu
Oh menghilang
Bunga kesayanganku di ambil orang

Mekarlah selamanya di taman yang lain
Sungguh kelabu
Kini tamanku tanpamu
Jangan kau layu
Semesta kan menjagamu

Oh mengapa bunga di taman hatiku hanya satu
Oh menghilang bunga kesayanganku
Tak mengapa.. bila di taman hatiku tak berbunga (oh mekarlah selamanya)

Bersenanglah.. bunga kesayanganku tumbuh bahagia..

(ASA)