BERITA TERKINI
Ahli Gizi Paparkan Pilihan Minuman yang Lebih Sehat untuk Memulai Pagi

Ahli Gizi Paparkan Pilihan Minuman yang Lebih Sehat untuk Memulai Pagi

Memilih minuman setelah bangun tidur dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus menjadi awal kebiasaan konsumsi yang lebih sehat. Air putih, teh, dan kopi termasuk pilihan yang memiliki manfaat berbeda, tergantung kebutuhan dan respons tubuh masing-masing.

Sejumlah ahli gizi membagikan kebiasaan minum mereka pada pagi hari, termasuk manfaat dari tiap pilihan minuman serta alasan untuk membatasi minuman dengan kandungan gula tinggi. Setelah beristirahat sepanjang malam, tubuh membutuhkan asupan cairan kembali. Karena itu, air putih kerap direkomendasikan sebagai pilihan sederhana untuk memulai aktivitas.

Ahli gizi Vicki Shanta Retelny menjelaskan bahwa rasa haus tidak selalu langsung muncul saat seseorang terbangun. Meski demikian, membiasakan minum air putih dinilai dapat membantu menjaga kecukupan cairan sepanjang hari. “Kamu mungkin tidak langsung merasa haus saat bangun tidur. Namun, minum air putih bisa menjadi kebiasaan sehat yang diprioritaskan untuk menjaga kecukupan cairan sepanjang hari,” kata Vicki.

Selain air putih, air hangat dengan campuran lemon juga bisa dikonsumsi. Namun, kombinasi tersebut disebut tidak terbukti memiliki keunggulan khusus dibandingkan air putih jika diminum segera setelah bangun tidur. Meski begitu, air hangat dapat memberikan rasa nyaman, sementara lemon menambah cita rasa segar. Pilihan lain yang disebutkan adalah teh hijau dengan lemon untuk memperoleh tambahan antioksidan.

Teh juga dapat menjadi alternatif minuman pagi, baik disajikan hangat maupun dingin. Selain memberikan variasi rasa, kandungan polifenol dalam teh dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan. Ahli gizi Toby Smithson mengungkapkan bahwa ia terbiasa menyiapkan satu teko teh setiap pagi untuk dikonsumsi sepanjang hari.

Menurut Toby, polifenol dalam teh memengaruhi aktivitas insulin. Ia menyebut manfaat lain yang dikaitkan dengan konsumsi teh mencakup peningkatan sensitivitas insulin, pemeliharaan tekanan darah yang sehat, penurunan risiko penyakit jantung, serta penurunan risiko diabetes tipe 2. “Polifenol dalam teh memengaruhi aktivitas insulin,” ujarnya.

Sementara itu, kopi disebut dapat membantu merangsang aktivitas usus sehingga memicu keinginan buang air besar. Salah satu kebiasaan yang bisa dilakukan adalah mengawali pagi dengan segelas air putih, lalu menikmati secangkir kopi hitam tanpa gula. Meski demikian, efek kopi tidak selalu sama pada setiap orang, sehingga tidak perlu dijadikan satu-satunya cara untuk menjaga kelancaran buang air besar.

Para ahli gizi juga mengingatkan bahwa keteraturan pencernaan dipengaruhi faktor lain, seperti mencukupi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan berserat, dan melakukan aktivitas fisik secara rutin.

Selain manfaat, kandungan gula pada minuman pagi turut menjadi perhatian. Toby Smithson menilai minuman pertama yang dikonsumsi dapat memengaruhi kebiasaan seseorang sepanjang hari. “Minuman pertama dapat menentukan suasana untuk menjalani hari,” kata Toby. Ia menyarankan agar masyarakat tidak langsung mengonsumsi minuman tinggi gula dan produk ultra-proses, termasuk soda serta minuman energi.

Minuman tinggi gula memang dapat memberikan tambahan energi dalam waktu singkat, tetapi dapat diikuti penurunan energi beberapa jam kemudian. Sebagai alternatif, air putih dapat menjadi pilihan utama. Teh, kopi dengan sedikit tambahan gula, maupun minuman yang mengandung nutrisi juga bisa menjadi bagian dari kebiasaan konsumsi yang lebih seimbang.

Pada akhirnya, tidak ada satu jenis minuman yang wajib dikonsumsi semua orang setiap pagi. Pilihan terbaik dapat disesuaikan dengan kebutuhan, kebiasaan, dan respons tubuh. Air putih dinilai praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan, sementara teh dan kopi dapat memberikan manfaat berbeda jika dikonsumsi sesuai kebutuhan. Jus buah alami juga dapat dimasukkan sebagai bagian dari pola makan seimbang, selama tetap memperhatikan kandungan nutrisi dan kebutuhan tubuh.