Sejumlah ahli gizi menyebut telur, kacang-kacangan, cokelat hitam, sup kemasan, dan roti bagel termasuk makanan yang kerap dinilai kurang sehat, padahal tetap mengandung nutrisi penting dan dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Kelima makanan tersebut sering mendapat penilaian negatif karena dikaitkan dengan kolesterol, lemak, natrium, kalori, atau karbohidrat olahan. Namun, para ahli gizi menekankan bahwa kandungan gizi serta cara penyajian perlu diperhatikan sebelum menyimpulkan apakah suatu makanan baik untuk dikonsumsi.
Telur: sumber protein dan nutrisi untuk kesehatan otak
Telur kerap dihindari karena kandungan kolesterolnya. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa bagi kebanyakan orang, kolesterol dari makanan memiliki pengaruh lebih kecil terhadap kadar kolesterol darah dibandingkan konsumsi lemak jenuh.
Ahli gizi terdaftar Jessica Villalvir menjelaskan, telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan juga mengandung kolin, nutrisi yang dikaitkan dengan kesehatan otak serta mendukung berbagai fungsi tubuh. Selain itu, telur mengandung vitamin B dan karotenoid seperti lutein serta zeaxanthin yang bersifat antioksidan.
Kacang-kacangan: lemak sehat dan serat
Kacang-kacangan seperti almond, kenari, dan kacang tanah sering dianggap kurang sehat karena kalorinya tinggi. Namun, Villalvir menyebut makanan ini menyediakan beragam nutrisi, termasuk lemak tidak jenuh, serat, vitamin E, protein nabati, dan antioksidan.
Konsumsi kacang-kacangan secara rutin juga dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Sebagian lemak dalam kacang-kacangan juga terperangkap dalam struktur serat sehingga tidak seluruh kalorinya dapat diserap tubuh. Meski demikian, porsi tetap perlu diperhatikan karena kacang-kacangan termasuk makanan padat energi.
Cokelat hitam: mengandung senyawa antioksidan
Cokelat kerap dinilai kurang sehat karena mengandung gula, lemak jenuh, dan kalori. Ahli gizi Kelly Burgess menjelaskan, kakao sebagai bahan dasar cokelat mengandung senyawa seperti flavanol, teobromin, dan berbagai fitonutrien yang memiliki sifat antioksidan serta antiinflamasi.
Menurut ahli gizi Samantha DeVito, cokelat hitam dengan kandungan kakao minimal 70 persen dapat menjadi pilihan kudapan dalam porsi yang sesuai. Ia juga menyarankan cokelat tersebut dikombinasikan dengan buah beri dan kacang-kacangan untuk menambah variasi nutrisi.
Sup kemasan: bisa menjadi pilihan praktis yang bergizi
Sup kemasan sering mendapat penilaian negatif karena beberapa produk mengandung natrium tinggi. Meski begitu, sup kemasan dinilai dapat menjadi pilihan praktis dan terjangkau untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
DeVito menyarankan memilih sup kemasan yang mengandung banyak sayuran. Nilai gizinya juga dapat ditingkatkan dengan menambahkan kacang-kacangan, lentil, sayuran beku, atau sisa daging ayam untuk membantu menaikkan asupan protein, serat, vitamin, dan mineral. Konsumen juga disarankan memperhatikan informasi natrium pada label kemasan.
Roti bagel: sumber energi jika dipadukan dengan bahan bergizi
Roti bagel, roti berbentuk cincin yang umumnya dibuat dari tepung terigu, kerap dianggap kurang bergizi karena banyak produk dibuat dari tepung olahan. Namun, DeVito menilai bagel tetap dapat menjadi sumber energi dari karbohidrat jika dikombinasikan dengan bahan makanan bergizi.
Ia menyarankan bagel disajikan bersama telur, alpukat, tomat, salmon, atau selai kacang. Kombinasi tersebut dapat membantu melengkapi asupan protein, lemak sehat, dan nutrisi lainnya dalam satu sajian.
Penjelasan para ahli gizi tersebut menegaskan bahwa kandungan nutrisi, porsi, serta cara mengombinasikan makanan menjadi faktor penting dalam menyusun pola makan yang sehat dan seimbang.