Berburu takjil dan makanan untuk berbuka puasa menjadi salah satu tradisi yang semarak selama Ramadan di Kota Bandung. Sejumlah jajanan kaki lima hingga kuliner legendaris kembali ramai dicari warga maupun wisatawan, mulai dari kudapan gurih, sajian pedas, hingga menu mengenyangkan untuk makan malam.
Berikut sembilan street food di Bandung yang disebut paling diburu saat Ramadan:
1. Bacang Panas Braga
Bacang panas di kawasan Braga belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Penjualnya disebut dapat menjual hingga 300 bacang dalam sehari. Satu bacang dibanderol Rp10 ribu, dengan isian berupa gajih atau tetelan yang ditaburkan di bagian tengah. Lokasinya dapat ditemukan di depan Apotek Kimia Farma atau seberang Museum Asia Afrika.
2. Cireng Cipaganti
Cireng, jajanan berbahan campuran tepung tapioka dan kanji, menjadi salah satu makanan favorit warga Bandung. Teksturnya dikenal kenyal dengan rasa gurih serta ramah di kantong. Kedai cireng di Jalan Cipaganti Nomor 143, Pasir, Sukajadi, Pasteur, Kecamatan Sukajadi, menawarkan beragam isian, seperti kornet, sosis, hingga keju.
3. Bubur Ayam Gibbas
Bubur Ayam Gibbas masuk dalam daftar street food yang diburu saat Ramadan.
4. Roti Gempol
Roti Gempol dikenal sebagai kuliner legendaris Bandung yang telah ada sejak 1958. Lokasinya berada di Jalan Gempol Wetan Nomor 14. Menu yang ditawarkan berupa roti bakar dengan pilihan rasa manis dan asin. Untuk varian manis tersedia rasa cokelat, susu, kacang, nanas, srikaya, dan stroberi. Sementara varian asin antara lain keju, telur, dan daging. Harga roti berkisar Rp15 ribu hingga Rp54 ribu.
5. Surabi Waroeng Setiabudhi
Di kawasan Bandung Utara menuju Lembang, Surabi Waroeng Setiabudhi menjadi salah satu tujuan kuliner. Selain surabi oncom yang khas, tersedia pilihan lain seperti surabi keju, susu, duren, dan pisang. Surabi dijual mulai Rp15 ribu, berlokasi di Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 175, Kota Bandung.
6. Zona Merah
Bagi pencinta pedas, Zona Merah dikenal dengan menu andalan orek mercon. Tempat makan ini berlokasi di Jalan Sukajadi Nomor 57, Bandung, dan buka mulai pukul 04.00 WIB. Lokasi ini juga disebut kerap direkomendasikan oleh sejumlah kreator konten kuliner.
7. Sate Hadori
Sate Hadori awalnya dijajakan secara keliling, sebelum memiliki kios pada 1960-an dan dikenal sebagai langganan para pejabat. Lokasinya berada di Ruko MTC, Jalan Soekarno Hatta Nomor 590, Sekarjati, Kecamatan Buah Batu, Bandung. Menu yang tersedia meliputi sate kambing, ayam, dan sapi, dengan sate kambing sebagai andalan. Sate kambingnya disebut menggunakan daging paha belakang kambing betina berusia 1–1,5 tahun yang dinilai lebih empuk saat dibakar.
8. Perkedel Bondon
Perkedel Bondon menjadi salah satu wisata kuliner yang cukup tersohor di Bandung. Usaha ini disebut telah ada sejak 1980 dan mempertahankan proses memasak tradisional menggunakan arang. Lokasinya berada di Jalan Stasiun Timur Nomor 14, Kecamatan Andir, Kota Bandung. Perkedel dijual seharga Rp10 ribu dan cocok dijadikan camilan. Selain perkedel, tersedia menu lain seperti gepuk, dendeng sapi, dan perkedel jagung bahenol.
9. Nasi Kalong
Nasi Kalong berlokasi di Jalan L.L.R.E Martadinata (Riau) Nomor 102. Tempat makan ini kerap disebut “nasi kalong” karena buka mulai pukul 15.30 WIB hingga tengah malam. Menu andalannya adalah nasi merah dengan pilihan lauk seperti kalong rendang, kalong ayam lemon, kalong ayam gule, dan buncis bakar. Untuk makan di tempat ini, pengunjung disebut bisa makan kenyang dengan biaya di bawah Rp50 ribu.
Deretan kuliner tersebut menjadi pilihan bagi warga yang ingin berburu makanan saat Ramadan, baik untuk takjil maupun santap malam, dengan variasi menu dari camilan hingga hidangan berat.

