BERITA TERKINI
13 Ciri Telepon Penipuan yang Perlu Diwaspadai, dari Nomor Tak Dikenal hingga Desakan Bertindak Cepat

13 Ciri Telepon Penipuan yang Perlu Diwaspadai, dari Nomor Tak Dikenal hingga Desakan Bertindak Cepat

Penipuan melalui telepon kian menjadi ancaman di era digital. Modusnya semakin beragam dan kerap memanfaatkan manipulasi emosi atau persuasi agar korban menyerahkan uang maupun informasi pribadi. Jika lengah, dampaknya bisa berupa kerugian finansial hingga penyalahgunaan data untuk tindak kriminal lain, seperti pencurian identitas atau penipuan kartu kredit.

Karena itu, masyarakat perlu mengenali tanda-tanda umum telepon penipuan agar dapat mengambil langkah pencegahan. Berikut 13 ciri panggilan yang patut dicurigai.

1. Nomor tak dikenal
Panggilan dari nomor yang tidak tersimpan di kontak perlu diwaspadai, terlebih bila nomor tersebut tidak menggunakan awalan kode area seperti (021) atau (031). Penipu juga kerap menyertakan penawaran yang terdengar terlalu menggiurkan, seperti hadiah, diskon besar, atau peluang bisnis dengan keuntungan tidak masuk akal.

2. Menggunakan ID palsu
Penipu dapat berpura-pura sebagai orang terdekat atau mengatasnamakan pihak tertentu agar terlihat meyakinkan. Mereka juga bisa memanipulasi identitas yang muncul di layar (caller ID) sehingga nama atau nomor yang tampil tidak sesuai dengan identitas sebenarnya.

3. Bukan dari nomor resmi
Jika penelepon mengaku mewakili perusahaan, tetapi menggunakan nomor pribadi atau nomor yang tidak dapat dikenali sebagai kontak resmi, hal itu patut dicurigai. Dalam kondisi ragu, verifikasi melalui saluran resmi perusahaan atau institusi terkait.

4. Memiliki nomor yang serupa
Spam call dapat terjadi berulang kali dalam sehari dengan pola nomor yang mirip. Misalnya, setelah menerima panggilan dari nomor berakhiran tertentu, panggilan berikutnya muncul dengan akhiran yang hampir sama. Pola ini bisa digunakan untuk membingungkan target agar akhirnya menjawab telepon.

5. Mengaku dari lembaga pemerintah atau perusahaan besar
Pelaku bisa mengatasnamakan lembaga pemerintah atau perusahaan besar untuk menciptakan kesan berwenang dan menekan korban. Modus ini sering disertai permintaan data pribadi atau pembayaran atas layanan/produk yang sebenarnya tidak ada. Langkah aman adalah memverifikasi lewat kontak resmi.

6. Menawarkan hadiah atau keuntungan besar
Penelepon yang tiba-tiba menyatakan Anda memenangkan undian atau berhak atas hadiah, padahal Anda tidak pernah mengikuti program tersebut, perlu dicurigai. Janji keuntungan besar yang “terlalu bagus untuk menjadi kenyataan” juga merupakan pola yang umum.

7. Tidak tahu nama Anda
Penelepon penipuan sering memakai sapaan umum seperti “Pak” atau “Bu” tanpa menyebut nama. Jika seseorang mengaku sebagai petugas resmi namun tidak mengetahui identitas dasar Anda, hal itu bisa menjadi tanda peringatan.

8. Mengklaim ada utang yang belum dibayar
Modus ini biasanya disertai intimidasi, ancaman denda, atau menakut-nakuti dengan konsekuensi hukum agar korban segera membayar. Jika menerima panggilan semacam ini, tutup telepon dan konfirmasi langsung ke perusahaan atau instansi terkait melalui nomor yang terpercaya.

9. Meminta informasi sensitif
Penipu dapat meminta data seperti nomor KTP, nomor kartu kredit, username, password, kode OTP, atau CVV kartu debit. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengakses akun atau melakukan transaksi. Permintaan data sensitif melalui telepon patut ditolak.

10. Mengklaim perangkat terinfeksi malware
Ada penelepon yang menakut-nakuti korban dengan klaim perangkat terinfeksi virus, lalu mengarahkan korban memasang aplikasi akses jarak jauh seperti AnyDesk atau TeamViewer. Tujuannya agar penipu bisa mengendalikan perangkat korban.

11. Ada jeda saat telepon dijawab
Jeda beberapa saat setelah panggilan diangkat dapat mengindikasikan penggunaan teknologi panggilan otomatis. Sistem ini biasanya menghubungkan korban ke penipu setelah panggilan terjawab.

12. Menolak ditelepon balik
Jika penelepon menolak mengakhiri panggilan atau tidak mau dihubungi kembali di waktu lain, situasi ini perlu dicurigai. Penipu kerap memanfaatkan momen untuk terus menekan korban agar mengambil keputusan saat itu juga.

13. Menekan agar terburu-buru
Penipu sering menciptakan tekanan waktu agar korban tidak sempat berpikir jernih, misalnya dengan menyatakan kesempatan terbatas atau masalah harus diselesaikan segera. Dalam kondisi seperti ini, langkah aman adalah tetap tenang, mengakhiri panggilan, dan melakukan verifikasi.

Mengenali ciri-ciri tersebut dapat membantu masyarakat lebih waspada saat menerima panggilan mencurigakan. Jika ragu, hindari memberikan data pribadi atau melakukan transaksi, dan lakukan pengecekan melalui jalur resmi.