Palangka Raya tidak hanya dikenal sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah dengan kekayaan alam dan budaya, tetapi juga memiliki ragam kuliner khas yang layak dicicipi. Bahan-bahan yang digunakan umumnya berasal dari sumber lokal yang mudah ditemukan di wilayah Kalimantan, mulai dari ikan air tawar, hasil hutan, hingga sayuran setempat.
Beragam hidangan ini tidak sekadar menu harian. Sejumlah makanan khas juga kerap hadir dalam acara adat dan perayaan, sekaligus menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kalimantan Tengah. Berikut 12 kuliner khas Palangka Raya yang banyak dikenal.
1. Ikan lais bakar
Ikan lais merupakan ikan air tawar yang hidup di sungai-sungai Kalimantan. Dagingnya dikenal lembut, gurih, dan minim duri. Ikan ini lazim dibakar hingga matang, lalu kerap disantap bersama sambal lucung atau sambal berbahan bunga kecombrang. Sambal lucung dibuat dari bunga kucung/kecombrang, cabai rawit, bawang merah, terasi bakar, garam, gula, serta perasan jeruk limau.
2. Wadi ikan
Wadi adalah olahan ikan fermentasi tradisional yang dikenal di Kalimantan Tengah, khususnya di kalangan masyarakat Dayak. Ada pula yang menyebutnya tamba atau pekasam. Ikan sungai dibersihkan dan disayat, lalu dicampur garam serta nasi atau singkong. Setelah itu, ikan disimpan dalam wadah tertutup rapat pada suhu ruang sekitar dua minggu. Teknik ini digunakan sebagai cara menyimpan ikan dalam jangka waktu lebih lama tanpa lemari pendingin.
3. Olahan ikan seluang
Ikan seluang berukuran kecil dan banyak ditemukan di sungai Kalimantan serta Sumatera. Di Palangka Raya, ikan ini kerap digoreng kering hingga renyah dan dijual sebagai keripik ikan utuh bersalut tepung berbumbu, cocok untuk camilan maupun lauk.
4. Juhu singkah uwei
Juhu singkah uwei adalah sayur tradisional Dayak yang berbahan umbut rotan (bagian pucuk rotan muda). Rotan dipotong kecil, dibaluri rempah, lalu dimasak berkuah dengan atau tanpa santan. Hidangan ini sering disajikan dengan tambahan ikan, seperti tongkol atau patin. Warna kuahnya bisa kuning dari kunyit atau kemerahan dari cabai rawit merah. Cita rasanya memadukan segar, gurih, dan sedikit pahit dari umbut rotan.
5. Kalumpe
Kalumpe—dikenal juga sebagai karuang—merupakan masakan rumahan khas Dayak berbahan daun singkong yang ditumbuk halus. Daun singkong yang sudah lumat dimasak dengan kuah kental berbumbu, biasanya ditambah terong pipit. Bumbunya antara lain bawang merah, bawang putih, serai, dan lengkuas. Kalumpe kerap disantap bersama nasi hangat, sambal terasi, serta lauk seperti ikan asin, ikan, atau daging.
6. Bangamat
Bangamat termasuk kuliner yang tergolong ekstrem karena dibuat dari kelelawar pemakan buah. Dagingnya dicuci bersih lalu dimasak dengan aneka bumbu. Dalam beberapa olahan, bangamat juga dimasak bersama sulur kelari atau sayur hati batang pisang, atau dipadukan dengan daun pikauk yang bercita rasa asam.
7. Keripik kalakai
Keripik kalakai adalah camilan renyah dari daun kelakai, memanfaatkan bagian daun yang masih muda. Daun dibaluri adonan tepung bumbu lalu digoreng hingga gurih. Keripik ini banyak dijual di pusat oleh-oleh, termasuk di kawasan Jalan Batam, serta di sejumlah swalayan lokal di Palangka Raya.
8. Rabuk patin kandas sarai
Di Palangka Raya terdapat abon berbahan ikan patin. Keistimewaannya terletak pada bumbu kandas sarai atau sambal serai khas Dayak, yang menghadirkan paduan rasa gurih ikan dengan pedas aromatik dari rempah.
9. Wadai apam
Wadai apam merupakan jajanan yang kerap dijumpai di pasar tradisional atau lapak jajanan pagi. Teksturnya lembut dan empuk. Kue basah ini dibuat dari tepung beras, santan, kelapa parut, ragi, dan gula, dengan rasa manis legit. Wadai apam juga sering hadir dalam acara perayaan masyarakat setempat.
10. Kenta
Kenta adalah makanan tradisional masyarakat Dayak berbahan ketan dan kerap digunakan dalam acara sakral. Ketan disangrai lalu ditumbuk menggunakan lesung hingga pipih. Penyajiannya biasanya bersama air kelapa muda, gula merah cair, dan taburan kelapa parut.
11. Hintalu karuang
Meski namanya berarti “telur kelelawar” dalam bahasa Dayak, hintalu karuang bukan berbahan telur. Hidangan ini mirip biji salak: bola-bola tepung ketan disiram kuah gula merah dan santan, menghasilkan rasa manis-gurih dengan tekstur kenyal. Sajian ini disebut lebih nikmat saat dinikmati dalam keadaan dingin.
12. Lamang
Lamang juga dikenal di Palangka Raya sebagai camilan khas berbahan beras ketan yang dimasak menggunakan bambu. Ketan dimasukkan ke dalam bambu lalu dibakar dengan bara api. Rasa gurihnya muncul dari campuran bahan seperti garam dan kelapa.
Ragam kuliner tersebut menggambarkan kekayaan bahan pangan lokal serta tradisi memasak masyarakat Palangka Raya dan Kalimantan Tengah, dari olahan ikan sungai hingga jajanan berbahan ketan yang kerap hadir dalam berbagai momen kebudayaan.

